Banyuwangi (beritajatim.com) — Setelah dibangun ulang pada Februari 2025 untuk menggantikan jembatan lama peninggalan Staatsspoorwegen (SS) yang telah berusia lebih dari 100 tahun, jembatan kereta api BH 275 di petak Temuguruh–Singojuruh menjalani uji fungsi pada Rabu (20/5/2026).
Uji fungsi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengujian berkala yang dilakukan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya bersama Balai Pengujian Perkeretaapian menggunakan lokomotif CC300 buatan INKA milik Balai Perawatan.
Dalam pengujian tersebut, jembatan BH 275 diuji dari sisi kelendutan serta kekuatan struktur secara maksimal menggunakan dua lokomotif dengan total bobot lebih dari 180 ton.
Beban gandar dari lokomotif tersebut menjadi salah satu parameter utama untuk mengukur ketahanan struktur jembatan baru yang telah dibangun.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, mengatakan uji fungsi menjadi tahapan penting untuk memastikan keamanan infrastruktur perkeretaapian sehingga aspek keselamatan penumpang dapat lebih diutamakan.
Melalui pengujian tersebut, masyarakat diharapkan semakin merasa tenang, nyaman, dan aman saat menggunakan moda transportasi kereta api.
“Kami di DJKA melalui BTP Kelas I Surabaya telah membangun ulang jembatan BH 275 ini dengan struktur rangka baja yang baru dan lebih besar dari sebelumnya. Harapannya, manakala terjadi arus yang deras juga tidak mengganggu keselamatan perjalanan KA karena saat ini kami telah membangunnya lebih besar dan kuat,” ujarnya.
Sebelum uji fungsi dilaksanakan, jembatan BH 275 juga telah melewati tahapan pengujian lain yang mencakup proses rancang bangun hingga uji fisik.
“Uji fungsi ini menjadi tahapan pengujian berkala yang akan terus kami monitor pelaksanaan selanjutnya secara rutin untuk memastikan struktur baru jembatan ini tetap kuat sebelum kita serahterimakan ke operator (PT KAI),” kata Denny Michels Adlan.
Sementara itu, PPK Kegiatan Jatim 2 BTP Kelas I Surabaya, Lurianto Lukito, menjelaskan uji fungsi menjadi salah satu poin penting dalam rangkaian pembangunan jembatan BH 275 yang telah dilakukan sejak tahun lalu.
“ Kami di DJKA selalu memastikan bahwa uji fungsi ini menjadi hal yang prinsipal mengingat struktur jembatan ini dibangun berbeda dari yang sebelumnya, sekaligus melihat apakah struktur baru berupa rangka baja kurung ini tetap prima hingga lebih dari 60 tahun mendatang,” jelas Lurianto Lukito.
Di sisi lain, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyambut positif pembangunan jembatan sekaligus uji fungsi kelayakan yang dilakukan Kementerian Perhubungan.
“Kami mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Kemenhub yang terus mendukung kelancaran mobilitas transportasi Banyuwangi khususnya kereta api. Tentunya ini akan meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh penumpang,” tandasnya. [alr/but]






