Ringkasan Berita:
- Dinas Pertanian Banyuwangi memeriksa kesehatan hewan kurban di 11 lapak penjualan.
- Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, suhu tubuh, hingga usia hewan ternak.
- Banyuwangi dipastikan surplus populasi sapi, kambing, dan domba menjelang Iduladha.
- Pedagang mengaku penjualan hewan kurban tahun ini meningkat dibanding tahun lalu.
Banyuwangi (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan ternak, Selasa (19/5/2026).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban.
Petugas mendatangi sedikitnya 11 lapak penjualan hewan ternak yang berada di kawasan pusat Kota Banyuwangi. Mayoritas hewan yang diperiksa berupa kambing dan domba.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek kondisi fisik ternak, suhu tubuh, hingga usia hewan kurban.
Selain itu, petugas juga memastikan usia minimal hewan telah memenuhi syarat melalui pemeriksaan gigi atau poel.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit hewan menjelang meningkatnya transaksi kurban.
“Jika kondisi hewan tidak sehat, kami akan beri obat dan vitamin. Sementara untuk memastikan usianya sudah satu tahun atau lebih, gigi kambing dipastikan sudah tanggal atau poel,” kata Danang.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan di lapak penjualan pinggir jalan, tetapi juga menyasar pasar hewan dan pedagang musiman yang mulai bermunculan menjelang Iduladha.
“Terutama mengantisipasi penyakit, agar tidak ditemukan hewan yang sakit di lapak-lapak penjualan. Nanti tim juga akan terus turun ke lapangan, berkeliling ke seluruh lapak, termasuk pedagang musiman. Jangan sampai ada penyebaran penyakit di lapak hewan kurban,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, seluruh hewan ternak yang diperiksa di lapak pusat kota dinyatakan dalam kondisi sehat dan layak untuk kurban.
Lapak yang telah lolos pemeriksaan juga diberikan sertifikat sebagai tanda bahwa hewan yang dijual sudah diperiksa petugas kesehatan hewan.
Salah satu pedagang hewan kurban musiman di Jalan MH Thamrin Banyuwangi, Misdi, mengaku penjualan tahun ini lebih baik dibandingkan Iduladha tahun lalu.
“Saya sudah jualan tiga hari. Sehari bisa laku sekitar lima ekor. Kalau tahun lalu, kadang sehari tidak ada. Paling banyak satu-dua ekor,” kata Misdi.
Tahun ini, Misdi menargetkan penjualan hingga 100 ekor kambing dan domba.
Hewan kurban yang dijual dibanderol mulai Rp2 juta hingga Rp6,5 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi ternak.
Menurutnya, harga hewan kurban saat ini mengalami kenaikan sekitar 25 persen dibanding hari biasa. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan fasilitas penitipan hewan hingga hari pelaksanaan kurban tanpa biaya tambahan.
“Kelebihannya kalau beli di kami, bisa titip sampai nanti hari H lebaran, tidak perlu tambah lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Banyuwangi, Nanang Sugiharto, menyebut kebutuhan hewan kurban di Banyuwangi pada Iduladha tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 3 ribu ekor sapi, 10 ribu ekor kambing, dan 7 ribu ekor domba.
Nanang memastikan ketersediaan ternak di Banyuwangi masih sangat mencukupi karena daerah tersebut mengalami surplus populasi ternak.
“Untuk populasi, Banyuwangi selalu surplus. Populasi sapi di Banyuwangi sekitar 89 ribu ekor sapi dan 325 ribu ekor kambing-domba,” pungkas Nanang. [alr/beq]






