Mojokerto (beritajatim.com) – Jembatan penghubung antar desa di Dusun Wonokerto, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, putus setelah diterjang derasnya arus Sungai Sumber Kembar.
Jembatan yang dibangun pada 1975 tersebut mengalami putus di bagian tengah sepanjang 8 meter pada Sabtu (15/3/2025) sekitar pukul 18.00 WIB.
Kepala Desa (Kades) Wonodadi, Miskan, mengungkapkan bahwa peristiwa ini terjadi setelah hujan mengguyur deras sejak siang hari. “Tidak ada korban jiwa sebab saat kejadian arus lalu lintas sepi, mungkin karena banyak warga yang sedang berbuka puasa,” ujarnya.
Jembatan sepanjang 40 meter dengan tinggi 30 meter dan diameter 5 meter tersebut mengalami kerusakan parah akibat meningkatnya debit air Sungai Sumber Kembar. Pasca kejadian, jembatan ditutup sementara menggunakan garis polisi dan drum agar tidak dilewati warga.
Miskan menambahkan bahwa kondisi jembatan memang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. “Kanan-kiri jembatan mulai jebol atau menggantung sejak sebulan lalu, kami sudah melaporkan ke DPUPR Kabupaten Mojokerto. Jembatan ini sudah berusia lebih dari 50 tahun, hujan deras terjadi selama dua hari berturut-turut sehingga debit Sungai Sumber Kembar meningkat,” jelasnya.
Kondisi tersebut diperparah dengan longsornya tebing sisi timur jembatan pada Maret 2023 lalu. Bahkan, sejak Januari 2025, jembatan sudah ditutup bagi kendaraan roda empat karena bagian bawahnya mulai menggantung. Hanya kendaraan roda dua yang diizinkan melintas hingga akhirnya jembatan benar-benar putus.
“Sejak dua bulan hanya kendaraan roda dua yang boleh melintas, kendaraan roda empat dilarang melintas. Jembatan ini statusnya merupakan jalan kabupaten yang menjadi akses utama masyarakat. Dengan putusnya jembatan ini, kalau ke Balai Desa harus memutar lewat Sawo dan Sumbertanggul sekitar 5 KM,” imbuhnya.
Pemerintah Desa Wonodadi telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Kutorejo, Kecamatan Kutorejo, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.
“Laporan ini juga nantinya diteruskan ke Bupati Mojokerto untuk segera mendapatkan penanganan lebih lanjut,” pungkasnya. [tin/suf]






