Blitar (beritajatim.com) – Jembatan penghubung Blitar-Malang Selatan di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar ambrol dan mengganggu aktivitas warga. Jembatan ini dilaporkan rusak pada Februari 2023 lalu namun belum ada perbaikan.
Kepala Desa Tugurejo, Supangat mengatakan, rusaknya jembatan sudah dilaporkan ke dinas terkait. Tetapi hingga kini belum ada tanggapan.
Supangat menambahkan, jembatan tersebut baru akan diperbaiki pada akhir tahun nanti oleh dinas terkait. Pembangunan jembatan tersebut diusulkan dan baru akan direalisasikan setelah adanya dana PAK di akhir tahun.
“Ini terjadi sudah cukup lama, dan kami sudah melaporkan hal itu ke dinas terkait, usulannya sudah rencananya baru akan dibangun akhir tahun nunggu dana PAK,” kata Supangat, Senin (20/3/2023).
Menurut Supangat, jembatan tersebut merupakan akses tercepat menuju Malang Selatan. Jembatan tersebut juga merupakan akses utama yang biasa digunakan warga mengangkut hasil panen.
Baca Juga:
Jembatan Antar Kecamatan Penghubung Blitar-Malang Ambrol
Jembatan itu juga merupakan akses utama siswa untuk pergi ke sekolah. Dengan ambrolnya jembatan tersebut maka akses warga pun terganggu.
“Kalau terganggu pasti terganggu karena ini kan menghubungkan antara Desa Tugurejo dengan Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang,” imbuhnya.
Masyarakat sekitar Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar pun khawatir jika jembatan tersebut akan ambrol seluruhnya. Kekhawatiran itu muncul karena hujan masih terus terjadi di daerah pesisir Kabupaten Blitar tersebut.
Selain itu retakan juga telah muncul di sekeliling jembatan yang roboh tersebut. Kondisi itu dikhawatirkan akan membuat jembatan yang tersisa akan ikut ambrol.
“Ini hujan masih terus terjadi kalau ada hujan lagi maka bisa jadi jembatan yang tersisa akan ikut ambrol,” jelasnya.
Baca Juga:
Korupsi BPR Hambangun Artha, Bupati Blitar Curiga dari Awal
Sementara itu, BPBD Kabupaten Blitar mengatakan jembatan yang ambrol di Kecamatan Wates kabupaten Blitar tersebut sudah didata. Namun, untuk proses asessment, BPBD Kabupaten Blitar akan datang langsung ke lokasi untuk memastikan seberapa tingkat kerusakan dan apa yang akan dilakukan.
BPBD Kabupaten Blitar juga membenarkan laporan kerusakan jembatan penghubung Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar itu sudah terjadi sejak bulan Februari lalu. Penyebab ambrolnya jembatan tersebut diduga akibat intensitas hujan yang tinggi sehingga menggerus pondasi jembatan.
“Laporan jembatan Tugurejo sudah kami terima jembatan itu sudah kami perbaiki tanggal 12 Februari lalu mungkin karena hujan deras terus-menerus hingga mengikis pondasi jembatan dan pada jembatan kami akan cek dulu kondisi untuk assessmentnya lagi,” jelasnya. [owi/beq]






