Lumajang (beritajatim.com) – Suvenir boneka unta menjadi oleh-oleh pilihan yang banyak dibawa pulang jemaah haji asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Para jemaah terlihat menggendong mainan boneka unta berbagai ukuran saat baru tiba di Pendopo Arya Wiraraja, Sabtu (27/6/2026) sore. Mereka rela membawa barang berlebih demi membawa pulang oleh-oleh tersebut untuk anak maupun cucu.
Bahkan, banyak jemaah yang terlihat membawa pulang lebih dari satu boneka unta dengan mengalungkannya di leher. Salah satu jemaah, Sriyati, mengaku boneka-boneka berukuran kecil menjadi hadiah bagi cucu-cucunya.
Warga Kecamatan Randuagung itu tampak senang saat tiba dengan selamat setelah menunaikan ibadah haji. “Alhamdulillah bisa sampai dengan selamat dan dilancarkan ibadahnya. Ini juga saya bawa oleh-oleh boneka untuk buat cucu-cucu,” terang Sriyati saat tiba di Lumajang, Sabtu (27/6/2026).
Momen unik juga sempat terjadi saat seorang jemaah bernama Agus Suprianto turun membawa boneka unta berukuran besar.
Jemaah haji asal Kecamatan Randuagung itu bahkan sampai menggendong boneka tersebut memasuki Pendopo Arya Wiraraja.
Sambil menggendong boneka unta berukuran besar itu, Agus bahkan ikut bersalaman dengan jajaran pemerintah maupun instansi terkait di Lumajang. “Ya sengaja bawa boneka unta ini untuk cucu, bawa yang besar. Ukuran kecil juga bawa,” ucap Agus.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lumajang, Umar Hasan, menjelaskan oleh-oleh yang dibawa jemaah hampir semuanya seragam berbentuk boneka unta.
Menurutnya, suvenir unta yang sangat identik dengan Timur Tengah itu memang menjadi oleh-oleh kebanggaan bagi para jemaah. “Jadi ini boneka unta memang jadi oleh-oleh kebanggaan ya, karena mungkin memang tidak ada di Lumajang,” katanya.
Mainan khas Arab Saudi yang banyak dibeli jemaah tersebut memiliki harga yang cukup bervariasi. “Untuk ukuran paling kecil itu mulai dari 10 riyal, ukuran tanggung 15 riyal, dan besar sampai 50 riyal,” ungkap Umar. (has/kun)






