Ponorogo (beritajatim.com) – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Pacitan, pada Sabtu (27/6/2026) siang. Gempa bumi itu pun, turut dirasakan warga di Kabupaten Ponorogo. Getaran yang berlangsung beberapa detik, membuat sebagian warga panik dan memilih keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 14.47.21 WIB. Episentrum berada di 8,96 Lintang Selatan dan 111,16 Bujur Timur atau sekitar 86 kilometer tenggara Pacitan. Gempa berada pada kedalaman 10 kilometer dengan magnitudo 5,6 dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Salah seorang warga Ponorogo, Erna Aminin, mengaku merasakan getaran gempa saat sedang berada di dalam rumah. Ketika itu dirinya tengah santai melipat pakaian, sebelum tiba-tiba lantai dan bangunan terasa bergoyang selama kurang lebih 10 detik.
“Tadi lagi santai, lipat-lipat baju, tiba-tiba terasa ada gempa bumi, ya langsung keluar rumah,” kata Erna Aminin.
Sesampainya di luar rumah, Erna baru menyadari anak laki-lakinya yang berusia 4 tahun masih tertidur pulas di dalam kamar. Tanpa berpikir panjang, Dia pun kembali masuk ke rumah untuk menyelamatkan sang buah hati.
Menurutnya, keselamatan anak menjadi prioritas meski situasi saat itu masih dipenuhi rasa cemas akibat guncangan gempa. Setelah menggendong anaknya yang masih tertidur, Erna kembali keluar rumah dan bergabung dengan warga lainnya yang memilih menunggu hingga kondisi benar-benar aman.
“Masuk lagi ke rumah, anak saya masih tidur di dalam kamar, ya langsung tak gendong untuk keluar rumah lagi,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai kerusakan maupun korban akibat getaran gempa yang dirasakan di wilayah Ponorogo. Meski demikian, warga diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG terkait aktivitas kegempaan tersebut. [end/aje]






