Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur menargetkan sektor wisata yang berdekatan dengan air Terjun Tumpak Sewu mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1 miliar setiap bulan.
Target tersebut dipatok karena geliat wisata populer di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang ini dinilai memiliki potensi menjanjikan sebagai destinasi andalan bagi wilayah selatan. Terlebih, pada bulan sebelumnya kunjungan wisatawan ke air Terjun Tumpak Sewu telah menyumbang PAD Rp230 juta dalam sebulan.
Pelaku wisata lokal Tholip Chiko mengatakan, capaian pendapatan dari wisata air Terjun Tumpak Sewu bisa terus meningkat jika dikelola lebih terpadu dan inovatif. Menurutnya, pengembangan kawasan wisata tidak hanya terfokus pada satu destinasi air terjun saja.
Kehadiran taman bunga, kawasan lavatur, serta atraksi pendukung lain yang ada di sekitar wisata air terjun Tumpak Sewu juga akan menjadi magnet tambahan bagi wisatawan untuk berlama-lama di Kecamatan Pronojiwo.
“Ini kita sudah mampu menghasilkan Rp230 juta hanya dari Tumpak Sewu. Tentu dengan tambahan atraksi baru, fasilitas yang nyaman, dan promosi digital yang gencar, target Rp1 miliar per bulan bukan mustahil,” terangnya, Rabu (9/9/2025).
Berdasarkan data statistik, kunjungan wisatawan ke Lumajang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami lonjakan. Pada 2022, jumlah wisatawan mancanegara yang datang tercatat 4.611 orang. Angka tersebut naik enam kali lipat menjadi 26.539 orang pada 2023, lalu kembali melonjak hingga 74.429 orang di 2024.
Sementara itu, pada semester pertama 2025 jumlah wisatawan yang datang ke Tumpak Sewu tercatat sudah menembus 883.225 kunjungan. Angka ini melampaui target tahunan hingga 146 persen, dengan 49.932 kunjungan di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Lumajang Yuli Harismawati menjelaskan, lonjakan kunjungan wisatawan ini salah satunya hasil strategi promosi dan pelibatan masyarakat lokal. “Data kunjungan yang terus meningkat menunjukkan bahwa Lumajang sudah berada di jalur yang tepat. Tantangan ke depan adalah menjaga kualitas layanan dan memastikan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan, potensi wisata di Kecamatan Pronojiwo cukup besar. Menurutnya, wisata tidak hanya mampu menambah PAD, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.
“Pronojiwo bukan hanya tentang keindahan alam, tapi tentang masa depan Lumajang. Jika semua bergerak bersama, Rp1 miliar per bulan bukan lagi sekadar angka, melainkan wujud nyata dari kerja keras kolektif,” ungkap Indah Amperawati. [has/ian]

as a preferred source on Google




