Madiun (beritajatim.com) – Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji asal Kota Madiun yang tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci. Seorang jemaah haji yang tergabung dalam Kloter SUB 22, Djurianto, meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (30/5/2026).
Djurianto mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit King Faisal, Mekkah. Almarhum diketahui berangkat menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Agus Diyah Rohaina.
Pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Jabal Rahmah Kota Madiun, Djauhari Purboyo, mengatakan pihaknya telah menyampaikan kabar duka tersebut kepada keluarga yang berada di Kota Madiun.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya Bapak Djurianto. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan, termasuk istri beliau yang masih berada di Tanah Suci, diberikan ketabahan serta keikhlasan,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum meninggal dunia almarhum telah menyelesaikan seluruh rangkaian utama ibadah haji. Mulai dari pelaksanaan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, lempar jumrah di Mina, hingga thawaf ifadah, sa’i dan tahallul.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Madiun, Datik Ardiyah, menjelaskan kondisi kesehatan almarhum menurun setelah menuntaskan rangkaian ibadah Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina). “Setelah kembali ke hotel dan melaksanakan thawaf ifadah, beliau mengalami sesak napas.
Selanjutnya mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke rumah sakit. Namun Allah berkehendak lain, beliau dinyatakan meninggal dunia,” jelas Datik. Datik memastikan seluruh rukun dan wajib haji yang harus dijalankan almarhum telah terpenuhi sebelum wafat.
“Insyaallah seluruh rangkaian ibadah hajinya sudah selesai sehingga hajinya dapat dinyatakan sah,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan data kesehatan sebelum keberangkatan, Djurianto dinyatakan memenuhi syarat istitha’ah dan dalam kondisi layak untuk menunaikan ibadah haji.
Jenazah almarhum telah dimakamkan di kawasan Syaraya, Mekkah, dengan proses pemakaman yang didampingi petugas haji Indonesia serta ketua kloter. Di sisi lain, kondisi jemaah haji asal Kota Madiun lainnya dilaporkan relatif sehat.
Meski demikian, saat ini masih terdapat satu jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi dan terus mendapatkan pendampingan dari petugas haji. (rbr/aje)






