Madinah (beritajatim.com) – Jemaah haji Indonesia yang berada di Madinah dianjurkan menyempatkan waktu untuk beribadah di Raudhah. Lokasi yang berada di dalam Masjid Nabawi ini dikenal sebagai salah satu tempat paling mustajab untuk berdoa sekaligus memiliki nilai sejarah yang sangat kuat dalam Islam.
Raudhah kerap disebut sebagai “taman surga”, merujuk pada sabda Nabi Muhammad yang menyebutkan bahwa area tersebut merupakan bagian dari taman-taman surga. Tak heran jika tempat ini menjadi incaran utama jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Di kawasan Raudhah, jemaah dapat melihat langsung makam Rasulullah yang selalu dipenuhi penghormatan. Selain itu, terdapat pula mimbar tempat Nabi menyampaikan khutbah serta saf imam yang dahulu menjadi pusat kepemimpinan salat berjamaah.
Suasana di Raudhah terasa berbeda. Karpet hijau yang membentang, serta nuansa sakral di setiap sudutnya, menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam. Tak sedikit jemaah yang terharu hingga menitikkan air mata saat berada di lokasi tersebut.
Bagi banyak jemaah, momen memasuki Raudhah menjadi pengalaman batin yang sulit dilupakan. Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji, salat dan doa di tempat ini menjadi kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Namun, jemaah tidak dapat berlama-lama berada di dalam Raudhah. Petugas keamanan atau askar mengatur arus masuk secara bergantian agar seluruh jemaah mendapat kesempatan yang sama untuk beribadah.
Wajib Gunakan Aplikasi Nusuk
Untuk bisa masuk ke Raudhah, jemaah diwajibkan memiliki izin melalui aplikasi Nusuk. Melalui aplikasi ini, jemaah dapat memilih jadwal kunjungan sesuai kuota yang tersedia.
Setelah mendapatkan izin, jemaah laki-laki diarahkan masuk melalui pintu 37, sedangkan perempuan melalui pintu 25. Pengaturan waktu dilakukan terpisah untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan.
Di dalam Raudhah, jemaah dapat melaksanakan salat sunah, berdoa, serta berziarah ke makam Rasulullah bersama dua sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.
Pembimbing ibadah dari PPIH, Anis Diyah Puspita, menjelaskan bahwa keistimewaan Raudhah tidak hanya dari sisi sejarah, tetapi juga nilai spiritualnya.
“Kenapa Raudhah itu memiliki keistimewaan yang luar biasa, sehingga orang yang datang ke Madinah itu salah satunya yang dituju adalah Raudhah? Pertama, Raudhah secara historis punya keistimewaan yang luar biasa. Disampaikan oleh Rasulullah SAW, bahwa Raudhah itu berarti taman, yang mana disebutkan oleh Rasulullah bahwa tempat tersebut adalah salah satu taman dari taman-taman surga,” ujarnya.
“Kedua, Raudhah berada di antara mimbar dan makam Rasulullah, yang mana makam Rasul itu sendiri bagian dari Raudhah, pada saat Rasulullah masih hidup itu adalah rumah beliau. Yang mana di tempat itu pula Rasulullah sering melakukan halaqoh dengan para sahabat,” sambungnya.
“Disebutkan juga bahwa salat di Raudhah itu pahalanya setara dengan haji yang diterima artinya haji yang mabrur. Terakhir, berdoa di Raudhah insyallah dikabulkan oleh Allah. Jadi memang sejarahnya luar biasa baik dari hadis maupun secara historicalnya punya nilai yang istimewa,” pungkasnya. [ian/beq]






