Sidoarjo (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp3.016.350.000 kepada ratusan warga Sidoarjo sebagai bantalan ekonomi menjelang bulan suci Ramadan. Penyaluran bantuan yang menyasar kelompok rentan mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga pelaku usaha ultra mikro ini ditargetkan tuntas di seluruh Jawa Timur sebelum 1 Maret 2026.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolik di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, pada Rabu (18/2/2026). Dana jumbo tersebut bersumber dari kolaborasi lintas sektor, yakni Dinas Sosial Jawa Timur sebesar Rp1,858 miliar, kontribusi BUMD senilai Rp25 juta, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sebesar Rp1,132 miliar.
Alokasi bantuan mencakup berbagai program perlindungan sosial strategis, di antaranya bansos untuk 533 keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, 66 jiwa penyandang disabilitas, serta bantuan kewirausahaan inklusif dan produktif (KIP) Putri Jawara bagi 100 jiwa.
Selain itu, bantuan juga menyasar 9 jiwa PPKS Jawara, bantuan permakanan bagi 10 lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), hingga dukungan bagi 77 pilar sosial yang terdiri dari SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana. Sektor pemberdayaan desa turut diperkuat melalui dukungan bagi 5 BUMDesa, 2 Desa Berdaya, dan 3 Desa Jatim Puspa, serta zakat produktif bagi 50 penerima.
Khofifah menegaskan bahwa percepatan distribusi ini bertujuan untuk memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok saat memasuki bulan puasa.
“Ini bagian dari bantalan sosial dan ekonomi. Harapannya menjelang Ramadan panjenengan semua lebih tenang, karena bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga,” ujar Khofifah.
Menurutnya, program zakat produktif secara khusus difokuskan bagi pelaku usaha ultra mikro. Langkah ini diambil agar mereka memiliki modal tambahan untuk meningkatkan pendapatan sehingga mampu keluar dari jerat kemiskinan ekstrem. Sementara program PKH Plus tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga daya beli kelompok paling rentan seperti lansia dan perempuan kepala keluarga.
Bupati Sidoarjo Subandi menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memberikan perhatian khusus bagi warganya. Ia memastikan seluruh proses distribusi di lapangan akan diawasi secara ketat guna menjamin akurasi data.
“Penyesuaian bantuan sosial tidak ada pengurangan. Seluruhnya di-cover dan dialokasikan sesuai peruntukan. Kami pastikan distribusinya tepat sasaran dan sesuai data,” tegas Subandi.
Ia menambahkan bahwa intervensi pemerintah ini merupakan respons cepat dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Sinergi antara provinsi dan kabupaten dianggap sebagai kunci utama dalam menekan angka kemiskinan di wilayah Sidoarjo.
“Terima kasih atas perintah Ibu Gubernur. Sabtu dan Minggu kemarin juga telah disalurkan bantuan kursi roda dan program bedah rumah. Hari ini bansos untuk Sidoarjo turun. Artinya, kita optimistis angka kemiskinan bisa ditekan dan ekonomi masyarakat meningkat,” terang Subandi.
Pihak Pemkab Sidoarjo berharap kolaborasi ini terus diperkuat melalui peran aktif pilar-pilar sosial di lapangan. Dengan pengawalan dari TKSK, Tagana, hingga pendamping PKH, bantuan diharapkan tidak hanya menjadi stimulan sesaat, namun memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan jangka panjang masyarakat Sidoarjo. [isa/ian]






