Jombang (beritajatim.com) – Jelang penetapan Cabup-Cawabup di Pilkada Jombang 2024, pasangan Mundjidah Wahab-Sumrambah terus beraktivitas menemui para pendukungnya. Baik Mundjidah maupun Sumrambah memiliki jadwal padat. Berpindah dari satu titik ke titik lainnya.
Pasangan Mundjidah-Sumrabah sudah mendaftar ke KPU Jombang sebagai bakal pasangan calon (bapaslon). Sesuai jadwal, penetapan calon dilakukan oleh KPU setempat pada 22 September 2024.
Seiring dengan itu, aktivitas keseharian Sumrambah tidak jauh berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Namun, dia dikenal suka blusukan untuk bertemu masyarakat langsung.
Sumrambah menceritakan, setelah menunaikan salat Subuh, dirinya mengotak-atik ponsel untuk membalas pesan singkat yang masuk. Setelah itu, politisi PDI Perjuangan itu berkumpul keluarga untuk sarapan pagi.
Dilanjutkan kemudian melakukan aktivitas kerja di komplek Cempaka Mas Jombang. “Setelah diskusi sebentar dengan tim, saya langsung turun ke masyarakat. Untuk bertemu warga di desa-desa,” kata Sumrambah, Kamis (12/9/2024).
Bermacam agenda yang dilakukan. Di antaranya, bertemu beberapa warga di warung kopi, petani di sawah, hajatan atau bahkan bertemu relawan yang sudah terjadwal. “Ini untuk bisa menjalin komunikasi lebih dekat dan juga menerima masukan tentang kondisi desa atau Kawasan. Ya, dalam satu hari sampai lima tempat kegiatan yang saya hadiri, mulai pagi sampai sore,” katanya.
Pada malam harinya, Sumrambah juga melakukan aktivitas lain yang terkadang tidak terjadwal. Seperti hadir di aktivitas kepemudaan, keagamaan, kesenian dan kebudayaan serta kegiatan informal lainnya.
“Bertemu para pemuda di Jombang untuk menampung permasalahan mereka yang biasanya terkait olahraga. Sementara keagamaan, saya acapkali mendapatkan undangan menghadiri acara selawat dan pengajian,” kata pria 48 tahun ini.
Lalu, bagaimana dengan aktivitas Mundjidah? Setali tiga uang dengan Sumrambah. Farid Alfarisi, menantu Mundjidah mengungkapkan bahwa aktivitas keseharian sang ibu cukup padat. Dalam satu hari, Mundjidah bisa menghadiri lima kegiatan di Muslimat NU maupun partai politik.
“Kegiatan yang dihadiri itu tidak hanya di Jombang, tapi juga luar daerah. Seperti di Pamekasan kemarin,” kata Gus Farid, sapaan akrabnya.
Sedangkan aktivitasnya di rumah, lanjut Gus Farid, sang mertua juga mengurus santri Pondok Pesantren Putri Al-Lathifiyyah II Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Di berbagai kesempatan, Mundjidah juga selalu melaksanakan ibadah salat lima waktu secara berjamaah.
“Beliau pada jam dua dini hari selalu bangun untuk salat tahajud. Kemudian pagi hari berolahraga, kemudian bertemu serta mengaji bersama para santri-santri di pondok,” kata Gus Farid yang kerab mendampingi Mundjidah dalam aktivitasnya.
Meski usia mantan anggota DPRD Jawa Timur kini sudah 75 tahun, Farid menyampaikan bahwa Bu Nyai Mundjidah, sapaan Mundjidah Wahab, tidak pernah mengeluh tentang kondisi kesehatannya. Justru, Bupati Jombang periode 2018-2023 ini semakin energik dan sehat
“Inilah yang insyaallah tidak dimiliki orang pada umumnya. Walau sudah uzur, beliau masih tetap bersemangat dalam hal apapun. Itu yang diwarisi dari ayah beliau, yakni Mbah Wahab,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Jombang ini. [suf]






