Probolinggo (beritajatim.com) – Dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan mencegah kecelakaan akibat penyalahgunaan narkoba, Polres Probolinggo menggelar tes urine bagi sopir dan kru bus di Pos Pelayanan Leces, Senin (23/12/2024).
Kegiatan ini merupakan bagian dari ‘Operasi Lilin Semeru 2024’ yang dilaksanakan sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana, menyampaikan bahwa tes urine ini difokuskan pada sopir dan kru bus antar kota antar provinsi (AKAP), khususnya yang melayani rute Probolinggo-Lumajang dan sebaliknya.
Langkah ini bertujuan untuk mencegah potensi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh pengaruh narkoba.
“Kami melakukan pemeriksaan urine kepada driver dan kru bus untuk mengantisipasi risiko kecelakaan yang dapat terjadi akibat penyalahgunaan narkoba. Ini adalah bagian dari upaya kami dalam Operasi Lilin Semeru 2024,” ujar Wisnu.
Hasil tes urine yang dilakukan terhadap 30 sopir dan kru bus menunjukkan hasil negatif, yang berarti tidak ada yang terindikasi menggunakan narkoba.
“Hasil tes urine semua sopir dan kru bus negatif narkoba, sehingga kami memastikan pengemudi tidak terpengaruh zat terlarang,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Probolinggo untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, khususnya para pengguna transportasi umum, menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
Dengan memastikan bahwa sopir dan kru bus bebas dari pengaruh narkoba, diharapkan risiko kecelakaan lalu lintas dapat diminimalkan.
Operasi Lilin Semeru 2024 adalah operasi rutin yang digelar untuk menjaga keamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Probolinggo.
Pemeriksaan narkoba pada sopir bus ini juga menjadi langkah preventif untuk menciptakan situasi aman di jalan raya.
Dengan hasil tes negatif pada seluruh sopir dan kru bus, Polres Probolinggo berharap dapat terus menjaga keselamatan penumpang serta memastikan layanan transportasi umum di wilayah Probolinggo tetap prima.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama pengguna transportasi umum, untuk tetap berhati-hati dan memilih moda transportasi yang terpercaya,” pungkasnya. (ada/ted)






