Tulungagung (beritajatim.com) – Jasa permak pakaian di Tulungagung kebanjiran orderan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Seperti para penjahit di Jl. Adi Sucipto Kabupaten Tulungagung.
Salah satu penjahit, Ervan mengaku, ada peningkatan permintaan jasa permak pakaian hingga 100 persen dibanding hari biasanya. Para penjahit mendapatkan order memotong dan juga menerima pesanan memperbesar dan mengecilkan pakaian.
“Peningkatan ini mulai terjadi sejak pertengahan bulan Ramadhan. Jika sebelumnya mereka rata-rata mendapat orderan 10 potong per hari, kini meningkat hingga 25-30 potong per hari,” katanya, pada Kamis (4/4/2024).
Bahkan, lanjut dia, para penjahit ini mengaku mulai menolak orderan karena khawatir tidak mampu mengerjakannya. “Kalau yang harus saat ini jadi kami tolak karena yang antre banyak,” imbuhnya.
Terdapat sekitar 30 penjahit permak yang membuka jasa di lokasi ini. Mereka memiliki pelanggan yang berbeda. Mayoritas pelanggan membutuhkan jasa permak untuk memotong, membesarkan atau mengecilkannya.
Para penjahit tak ingin memanfaatkan ramainya orderan ini dengan menaikkan harga jasa. “Tidak berani mas menaikkan harga jasa permak, rata-rata pelanggan sudah tahu harganya,” tuturnya.
Para penjahit ini membanderol harga jasa mulai Rp10 ribu hingga Rp35 ribu tergantung tingkat kerumitan. Untuk melayani konsumen, mereka menambah jam operasional.
Jika biasanya mereka tutup sekitar pukul 15.00 WIB, kini beberapa di antaranya tetap buka hingga pukul 16.00 WIB. “Kalau tidak juga selesai kami bawa pulang dikerjakan di rumah besoknya bisa diambil,” pungkasnya. [nm/ian]






