Ponorogo (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Ponorogo terus melacak keberadaan A, terduga pelaku pembunuhan Nuraini (55) di Desa Golan, hingga ke kawasan Tebing Watusigar, Gunungkidul. Pencarian intensif ini dilakukan setelah tim penyidik menemukan jejak barang pribadi milik terduga pelaku yang tertinggal di area tebing tersebut.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali memimpin langsung penyisiran ulang di wilayah hukum Polsek Girisubo pada Senin (2/2) kemarin. Langkah ini bertujuan untuk memastikan apakah terduga pelaku masih berada di sekitar lokasi atau sudah melarikan diri ke area lain.
Dari hasil penyisiran di medan yang curam tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting berupa telepon genggam, handuk, dan jaket. Seluruh barang tersebut telah diidentifikasi sebagai milik A, anak kandung korban yang kini menjadi buron utama kepolisian.
“Hasil penyisiran didapatkan barang bukti berupa HP, handuk, dan jaket yang identik milik terduga pelaku inisial A,” ungkap Imam Mujali, Rabu (4/2/2026). Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa Tebing Watusigar merupakan titik pelarian terakhir yang disinggahi oleh tersangka.
Meski sejumlah barang pribadi telah ditemukan, pihak kepolisian hingga saat ini belum mendapatkan petunjuk pasti mengenai keberadaan fisik tersangka. Polisi masih mendalami berbagai kemungkinan, termasuk dugaan apakah yang bersangkutan nekat mengakhiri hidupnya di perairan laut selatan.
Tim Satreskrim kini bersinergi dengan Polair, warga setempat, dan tim SAR untuk memperluas jangkauan pencarian di sepanjang garis pantai Gunungkidul. Upaya ini dilakukan guna mencari keberadaan jenazah atau petunjuk tambahan jika benar terjadi tindakan nekat di lokasi tersebut.
Sebelumnya, sebuah tas punggung berwarna oranye berisi pakaian dan kartu identitas juga ditemukan petugas di titik yang tidak jauh dari lokasi penyisiran. Di dalam tas tersebut, polisi menemukan senjata tajam yang diduga kuat berkaitan langsung dengan peristiwa berdarah di Desa Golan.
Tim kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) susulan secara mendalam di kawasan Tebing Watusigar, Tileng, Girisubo. Lokasi ini dianggap sebagai area paling krusial untuk memetakan arah pelarian tersangka yang menghilang secara misterius.
Peristiwa pembunuhan Nuraini sendiri sempat menggegerkan warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, pada Senin (26/1) lalu. Korban ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya dengan kondisi yang sangat memilukan bagi pihak keluarga dan masyarakat sekitar.
Hasil otopsi tim forensik menunjukkan adanya luka serius akibat sayatan tajam dan pukulan benda tumpul di bagian kepala serta leher korban. Tim medis menyimpulkan bahwa penyebab utama kematian adalah luka sayatan dalam di bagian leher yang sangat fatal bagi korban.
Serangkaian fakta di lapangan membuat polisi menetapkan A sebagai tersangka tunggal karena merupakan orang terakhir yang terlihat bersama korban sebelum kejadian. Petugas kepolisian terus bersiaga dan berkoordinasi dengan kepolisian daerah lain untuk mempersempit ruang gerak pelaku yang masih buron. [end/beq]






