Gresik (beritajatim.com) – Provinsi Jawa Timur ditunjuk PT Pupuk Indonesia (persero) sebagai pilot project (Proyek Percontohan) setelah Bali. Penggunaan implementasi digitalisasi pengawasan serta penyaluran pupuk bersubsidi dari tingkat distibutor dan kios melalui aplikasi.
Alasan menggunakan digitalisasi itu untuk memastikan penyaluran pupuk tepat sasaran. Selain itu, Pupuk Indonesia dapat mengetahui ketersediaan stok kios resmi hingga pupuk tersebut diterima petani.
“Aplikasi REKAN telah diadopsi oleh Dinas Pertanian di Provinsi Bali serta Kementerian Pertanian, dan saat ini juga diuji coba di Provinsi Jawa Timur sebagai pilot project-nya,” tutur SVP PSO Wilayah Timur Pupuk Indonesia, Muhammad Yusri, Senin (23/01/2023).
Yusri menjelaskan manfaat adanya aplikasi itu dapat memantau jumlah stok secara real time. Serta bisa beroperasi offline pada wilayah terpencil.
“Selain kami mengembangkan digitalisasi memantau penyaluran pupuk bersubsidi. Pupuk Indonesia juga melakukan monitoring aktivitas tracking petugas lapangan dengan Markisa (Market Insight & Salesperson Application). Aplikasi itu, membantu petugas lapangan melakukan pembinaan kepada distributor dan kios,” papar Yusri.
Seperti diketahui, ada perubahan melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomo 04 Tahun 2023 dimana menggantikan Permendag sebelumnya nomor 15 Tahun 2013.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pupuk”]
Salah satu poinnya adalah Pupuk Indonesia sebagai holding 5 produsen pupuk bersubsidi akan melakukan kontrak dengan distributor pupuk bersubsidi atas nama produsen.
Pada Permendag nomor 04 Tahun 2023 ini turut menguatkan kebijakan sentralisasi penyaluran pupuk bersubsidi dang program single responsibility.
“Dengan aturan baru ini, seluruh jaringan penyaluran mengetahui perubahan-perubahan yang berkaitan dengan penyaluran pupuk bersubsidi,” pungkas Yusri. [dny/but]






