Surabaya (beritajatim.com) – Manchester United mendapat angin segar dalam upaya mendatangkan gelandang Valencia, Javi Guerra, setelah sang pemain dilaporkan menolak tawaran kontrak baru dari klub La Liga tersebut.
Gelandang muda itu kini menjadi target utama manajer anyar United, Ruben Amorim, yang tengah menyusun ulang kekuatan lini tengah Setan Merah. Saat ini, Manchester United dikabarkan hanya berselisih sekitar 1 juta Poundsterling atau setara Rp22 miliar dari harga yang diminta Valencia sebesar 23,4 juta Poundsterling atau sekitar Rp516 miliar.
Sebelumnya, para penggemar United telah menyaksikan debut Matheus Cunha saat timnya menghadapi Leeds United akhir pekan lalu. Namun, hasil imbang tanpa gol membuat sorotan tetap tertuju pada kelemahan lini tengah. Kekhawatiran meningkat karena Casemiro dinilai sudah melewati masa emasnya, sementara Manuel Ugarte belum tampil konsisten sejak direkrut tahun lalu.
Guerra sendiri adalah gelandang serba bisa berusia 21 tahun yang mampu bermain sebagai gelandang bertahan maupun nomor delapan. Ia menorehkan gol dan tiga assist di La Liga musim lalu, menjadikannya pemain dengan kontribusi gol keempat terbanyak di skuad Valencia.
Pemain muda ini juga mencatat 1.314 operan sepanjang musim 2024-25, terbanyak kedua di antara gelandang Valencia, meski tingkat akurasi operannya sebesar 77,9 persen masih di bawah 11 rekan setimnya. Meski demikian, kemampuannya dalam melakukan tekanan tinggi terbukti dari jumlah tekel yang ia lakukan di sepertiga akhir lapangan—terbanyak dibanding pemain lain di skuadnya.
Jika Guerra resmi bergabung, kehadirannya bisa meringankan beban Bruno Fernandes yang kemungkinan besar akan digeser ke posisi lebih dalam seiring dengan strategi baru Ruben Amorim. Namun, pertanyaan besar tetap ada: apakah Guerra siap tampil di intensitas tinggi Premier League?
United saat ini berada pada momen krusial. Gagal mendatangkan gelandang tambahan berisiko membuat mereka kekurangan opsi jika Fernandes tidak mampu beradaptasi di peran barunya. Di sisi lain, membeli pemain yang tidak sesuai kebutuhan justru bisa mengganggu stabilitas tim. [ian]






