Lumajang (beritajatim.com) – Jasad Junaidi, salah satu korban tertimbun longsor di Desa Pronojiwo, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih belum ditemukan hingga hari ketujuh operasi pencarian, Selasa (11/6/2024).
Upaya tim gabungan yang terdiri dari 50 personel SAR, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan dibantu 4 alat berat dan 1 anjing pelacak K-9, belum membuahkan hasil.
Menurut Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi Bencana BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, pencarian dihentikan sesuai dengan SOP yang berlaku, yaitu setelah 7 hari.
“Korban tersisa satu orang. Tim Basarnas dan lainnya sudah menyisir dari timbunan di sebelah utara hingga selatan. Sesuai SOP selama 7 hari, pencarian akhirnya dihentikan,” jelas Yudhi, Selasa.
Pencarian terhambat oleh kabut tebal di lokasi tambang dan material longsor yang dalam, sehingga alat berat membutuhkan waktu lama untuk menggali. Ditambah lagi, kondisi tebing yang basah dan longsor susulan menjadi ancaman bagi keselamatan tim pencari.
“Yang menjadi kendala adalah kabut tebal dan longsoran yang dalam sehingga alat berat membutuhkan waktu lama untuk menggali. Lalu, kondisi tebing cukup membahayakan para tim pasca diguyur hujan,” terang Yudhi.
Peristiwa longsor ini menjadi evaluasi bagi BPBD Lumajang dan tim terkait. Selain itu, menjadi pengingat bagi masyarakat Lumajang, terutama penambang pasir di lokasi rawan bencana, untuk selalu memprioritaskan keselamatan diri dan orang lain.
“Ini menjadi evaluasi bagi kami untuk selalilu menginformasik peta konsep titik rawan bencana dan himbauan untuk masyarakat khususnya di area rawan bencana agar selalu waspada, baik di area lahar, tebing, dan di lereng Gunung Semeru,” himbau Yudhi. [kun]






