Surabaya (beritajatim.com)– Stres tanaman terjadi karena beberapa faktor yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang, seperti terlalu sering memindahkan media tanaman tanaman, memindahkan ruang lingkungan tanaman secara mendadak, serta terlalu sering dan kurangnya memberikan air pada tanaman. Padahal, beberapa hal tersebut meruakan kunci untuk menjga tanaman tetap sehat.
Banyak orang tidak mengetahui ciri-ciri stres pada tanaman sehingga sering menganggap tanaman yang mendadak rontok dan berubah warna merupakan fenomena umum yang terjadi selama masa pertumbuhan tanaman. Padahal, perubahan wujud tersebut justru merupakan sinyal dari tanaman bahwa tanaman sedang mengalami tekanan dan membutuhkan penanganan ekstra.
Setiap tanaman memiliki cara yang erbeda dalam menunjukkan stresnya. Pada tanaman sukulen, batangnya akan terlihat lebih lembek dan mudah patah saat terlalu banyak diberi air. Sebaliknya, tanaman tropis seperti monstera cenderung menggulung daunnya ketika kekurangan air atau terkena cahaya matahari secara langsung.
Pada tanaman aglaonema atau peace lily sering enunjukkan daun menguning ketika terlalus ering dipindahkan dan mendapatkan air berlebihan. Sementara pada sirih gading, daunnya dapat rontok ketika terlalu tiba-tiba dipndahkan dari tempat teduh ke tempat dengan intensitas cahaya yang tinggi.
Selain itu, tanaman yang mengalami stres cenderung dapat menarik perhatian hama yang menyebabkan tanaman mati lebih cepat sebelum mendapat penanganan yang sesua. Misalnya tanaman lidah mertua yang dapat terserang thrips atau jamur jika berada di tempat yang lembab tanpa sirkulasi udara yang baik. Selain itu, tanaman aglaonema dan calathea juga sering menjadi sasaran kutu putih dan tungau merah saat mengalami stres akibat udara kering atau mendapat penyiraman yang tidak teratur.
Stres pada tanaman juga dapat mempegaruhi ukuran tanaman menjadi lebih kurus. Hal ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan tanaman, tetapi uga penampilan tanaman. Tanaman cenderung digunakan sebagai furnitur untuk mempercantik rumah, sehingga tanaman yang “sakit” cenderung dapat mempengaruhi kenyamana dan keindahan rumah.
Karena itu, menjaga tanaman tetap sehat bukan hanya soal estetika, tetapi juga bagian dai menciptakan suasana rumah yag nyaman dan hidup. Dengan mengenali ciri-ciri setiap tanaman, stres pada tanaman dapat ditangani dengan cepat, sehingga tanaman dapat kembali menjadi sehat dan dapat memberikan manfaatnya secara maksimal bagi lingkungan.
[Elina Damayanti]






