Jember (beritajatim.com) – Bagaimana relasi ideal antara pemerintah daerah dengan pers? Pertanyaan ini dilontarkan Bupati Hendy Siswanto dalam acara podcast Ngopi Budaya, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (15/1/2022) malam.
Ngopi Budaya adalah acara podcast yang menghadirkan Bupati Hendy sebagai host. Di edisi kedua ini, hadir dua narasumber yakni Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur Arief Rachman dan Pemimpin Redaksi beritajatim.com Dwi Eko Lokononto yang akrab dipanggil Luki dengan tema bahasan ‘Virus dan Viral’.
“Sebetulnya media bisa ditempatkan sebagai partner. Sebaiknya media massa tetap ditempatkan sebagai lembaga kontrol yang bermanfaat. Jangan sampai Bapak atau siapapun pejabat terlambat menerima peluit tanda bahaya, karena semua media sudah dibungkam dengan iklan, misalnya,” kata Lokononto.
“Harapan saya, walau Pak Hendy banyak memberi (kerjasama) iklan kepada media, jangan suka-suka melarang media tetap menjadi lembaga kontrol, karena jangan sampai kita terlambat untuk tahu. Karena terlambat untuk tahu, kita sepuluh tahun bisa repot. Atau lima tahunlah, kita pernah repot lima tahun,” kata Lokononto.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
Hendy mengeluhkan masih adanya media massa yang tidak menuliskan penjelasan dari pemerintah daerah terhadap sebuah persoalan. Lokononto menyarankan Hendy menggunakan hak jawab.
“Media pasti memuatnya. Kalau media tidak memuat, Bapak tinggal melapor ke Dewan Pers. Saya pikir semua media sudah paham, kalau hak jawab pasti dimuat,” kata Lokononto. [wir/ted]






