Probolinggo (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat di Probolinggo diimbau tidak melakukan panic buying LPG subsidi 3 kilogram. Pasalnya, pasokan dipastikan aman setelah adanya penambahan distribusi dalam jumlah besar.
Ketua DPC Hiswana Migas Malang, Ahmad Bashori, menegaskan bahwa khusus wilayah Probolinggo, tambahan alokasi mencapai 84.000 tabung LPG 3 kg. “Dengan penambahan ini, stok di Probolinggo kami pastikan aman, bahkan cenderung surplus. Tidak ada alasan untuk panic buying,” tegasnya.
Menurutnya, lonjakan konsumsi LPG menjelang Lebaran merupakan pola rutin tahunan, seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga. Namun, pembelian berlebihan justru berpotensi mengganggu distribusi di lapangan.
“Kalau masyarakat membeli secara wajar sesuai kebutuhan, distribusi akan tetap lancar. Yang berbahaya itu kalau ada aksi borong,” ujarnya.
Distribusi LPG di Probolinggo juga terus diawasi ketat oleh Hiswana Migas bersama Pertamina untuk mencegah penimbunan maupun penyimpangan sasaran subsidi.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga memproyeksikan adanya kenaikan konsumsi energi selama Ramadan hingga Idulfitri, termasuk LPG rumah tangga.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut peningkatan LPG diperkirakan sekitar 3,5 persen dari konsumsi normal harian. “Kenaikan ini dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat, baik memasak maupun mobilitas selama Lebaran,” jelasnya.
Secara regional, konsumsi BBM jenis gasoline juga diprediksi naik 11,9 persen, sementara gasoil turun 9,8 persen akibat melambatnya aktivitas industri saat libur panjang.
Untuk menjamin kelancaran distribusi, Pertamina menyiagakan infrastruktur energi, termasuk SPBU dan agen LPG siaga selama 24 jam. Penyaluran juga diprioritaskan merata hingga ke daerah-daerah.
Dengan suplai tambahan dan pengawasan ketat tersebut, masyarakat Probolinggo diminta tetap tenang dan tidak terpancing isu kelangkaan. “Stok ada, distribusi aman. Kuncinya masyarakat tidak panic buying,” pungkasnya. (kun)






