Surabaya (beritajatim.com) – Memiliki kulit wajah yang sehat dan menawan tentu menjadi impian banyak orang. Untuk mendapatkannya, pelembab atau serum saja tidak cukup. Salah satu perawatan yang sangat penting untuk rutin digunakan adalah sunscreen. Yap, terutama bagi kalian yang memiliki banyak aktivitas di luar ruangan sehingga lebih sering terpapar sinar matahari.
Dampak buruk yang diakibatkan dari sinar UVA dan UVB bisa menyebabkan kulit menjadi terbakar maupun memunculkan efek penuaan dini hingga kanker kulit. Oleh karena itu kita harus menjaganya dengan menggunakan sunscreen atau sunblock.
Saat baru mulai menggunakan produk yang menjaga dari paparan UVA dan UVB, mungkin kalian akan dibingungkan dengan sunscreen dan sunblock. Beberapa orang masih bertanya-tanya apa perbedaan dari keduanya. Berikut ini akan kami jelaskan secara singkat.
Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni melindungi kulit dari sinar matahari. Meski begitu ternyata sunscreen dan sunblock ini memiliki perbedaan.
Secara lebih detail, fungsi sunscreen adalah lotion pelindung yang bisa menyerap ke dalam lapisan teratas kulit untuk menyerap sinar matahari yang sudah masuk ke dalam kulit. Sunscreen biasanya melindungi kulit dari sinar UVB saja. Namun, saat ini sudah banyak sunscreen wajah yang bagus dibuat untuk menangkal bahaya sinar UVA, yang biasanya menjadi penyebab munculnya tanda-tanda penuaan dini seperti flek hitam dan keriput pada wajah. Sementara untuk sunblock, hampir semua bisa melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB.
Cara kerja kedua produk ini pun berbeda. Sunscreen bekerja dengan memfilter dan menyerap sinar UV lalu mengubahnya menjadi energi panas yang dikeluarkan melalui kulit. Sementara sunblock mampu mencegah sinar UVA dan UVB masuk ke dalam kulit dengan melakukan perlindungan di atas permukaan kulit.
Cara kerja yang berbeda ini membuat sunscreen harus dioleskan 20 menit sebelum keluar dari ruangan, agar ada waktu yang cukup untuk kandungan di dalam sunscreen bisa menyerap ke dalam kulit. Sementara sunblock akan langsung bekerja sesaat setelah dioleskan pada kulit. Agar lebih optimal, baik sunscreen ataupun sunblock harus dioleskan ulang setiap 2-3 jam.
Zat yang terkandung dalam sunscreen biasanya berupa senyawa kimia yang memiliki tugas untuk menyerap sinar matahari, seperti oxybenzone dan avobenzone. Oleh karena itu, tekstur sunscreen akan lebih tipis dan ringan saat diaplikasikan di kulit. Namun sayangnya, kedua zat tersebut bisa memicu reaksi alergi pada orang yang memiliki alergi terhadap PABA (asam para-aminobenzoic).
Sedangkan sunblock, umumnya mengandung titanium oksida atau seng oksida, yang mana membuat sunblock memiliki tekstur yang tebal dan warna lebih buram. Kebanyakan orang akan merasa lebih berat saat mengenakan sunblock.
Tak perlu bingung, kalian bisa memilih antara sunblock atau sunscreen disesuaikan dengan kebutuhan kalian. Misalnya kalian adalah orang yang waktu lebih lama di luar ruangan, seperti olahraga, pergi ke pantai, berenang, dan lain-lain, sebaiknya kalian menggunakan sunblock, karena akan menjaga lapisan kulit dari luar. Sementara bagi kalian yang tak terlalu sering beraktivitas di outdoor, bisa gunakan sunscreen lantaran formulanya yang lebih ringan.
Sebagai informasi, jumlah SPF yang biasanya tertera pada kemasan dapat menentukan berapa lama sunscreen bisa melindungi kulit. Misalnya kalian akan berada di luar ruangan dalam waktu 10 menit, maka dengan menggunakan SPF 30 kalian bisa bertahan bawah sinar matahari selama 300 menit atau 5 jam sebelum kulit terbakar. Lakukan pengaplikasian ulang agar perlindungan tetap terjaga.[mnd/esd].






