Lumajang (beritajatim.com) – Pada Sabtu (6/7/2024), kloter terakhir jemaah haji Kabupaten Lumajang, yakni kloter 51, tiba dengan selamat di Lumajang.
Plt. Asisten Administrasi Sekda Lumajang, Akhmad Taufik Hidayat, menyambut hangat rombongan yang terdiri dari 190 jemaah di Pendopo Arya Wiraraja.
Meskipun kedatangan jemaah haji ini disambut dengan suka cita, terdapat dua orang yang tertinggal di Madinah, dan satu di antaranya langsung masuk ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang memprihatinkan, ungkap Akhmad Taufik Hidayat. “Alhamdulillah, jemaah haji Indonesia telah tiba di Lumajang. Meskipun masih ada dua orang yang tertinggal di Madinah, dan hari ini ada yang langsung masuk ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya,” ujar Akhmad Taufik Hidayat
Proses kepulangan jemaah haji Lumajang dilakukan secara bertahap. Kloter sebelumnya, yaitu kloter 47 dan kloter 48, telah tiba di Lumajang pada Jumat, 5 Juli 2024.
Kloter 47 tiba pukul 15.00 WIB, sementara kloter 48 tiba pada Sabtu, 6 Juli 2024 pukul 02.30 WIB.
Sebelumnya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut penuh suka cita kedatangan para jemaah kloter 47. “Hari ini, jemaah haji terbagi menjadi tiga kloter. Untuk kloter 47 sudah mendarat di Juanda pagi tadi, kemudian sampai di Lumajang” ungkap Muhammad Mudhofar Plh Kepala Kemenag Lumajang.
Pelaksanaan harian (Plh) Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Muhammad Mudhofar, menjelaskan bahwa proses pemulangan jemaah haji dilakukan secara bertahap melalui Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Muhammad Mudhofar juga memberitahu bahwa dari keseluruhan total jemaah haji, satu orang meninggal dunia di tanah suci saat melaksanakan ibadah haji.
Jamaah yang meninggal adalah KH. Dimas Abdul Adzim, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bustanul Ulum Desa Krai, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. “Ada satu jemaah haji yang meninggal di tanah suci, pada pertengahan penyelenggaraan haji kemarin di Makkah” pungkasnya. [kun]






