Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah berencana menerapkan sistem lalu lintas satu arah (one way) di Jalan Letjen Sutoyo, Sidoarjo, mulai dari jalur Medaeng hingga layang Waru.
Kebijakan ini akan diberlakukan mulai 21 Maret 2025 hingga 8 April 2025, dengan uji coba lebih awal pada 18 Maret 2025 lalu. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, AKP Jodi Indrawan, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini bertujuan memperlancar arus kendaraan, terutama bus yang masuk ke Terminal Bungurasih.
Pihakmya ingin memastikan kelancaran lalu lintas, terutama untuk kendaraan umum, agar tidak terjadi kemacetan parah saat arus mudik.
Sejumlah warga khawatir sistem one way akan diterapkan secara permanen. Hal ini terlihat dari berbagai komentar di media sosial, salah satunya di akun Instagram @pojokbungurasih.
Banyak warganet menilai bahwa masalah utama di Jalan Letjen Sutoyo bukan pada sistem dua arah, melainkan pada perilaku pengemudi bus yang kerap menurunkan penumpang sembarangan.
“SEBENARNYA TIDAK PERLU SATU ARAH ASALKAN PERATURAN ‘BUS TIDAK BOLEH MENURUNKAN PENUMPANG DI JL. LETJEN SUTOYO’ BENAR-BENAR DITERAPKAN. Titik kemacetan biasanya terjadi di depan SPBU Medaeng dan di depan pintu masuk Ramayana,” tulis salah satu pengguna Instagram.
Seorang warganet lainnya setuju dengan pendapat tersebut. Menurutnya, yang menyebabkan kemacetan adalah bus yang sering mendahului kendaraan lain secara ugal-ugalan.
“Betul. Sing garai macet bis nyalip ugal-ugalan. Nek satu arah malah seneng bis makin ugal-ugalan,” tulisnya.
Selain itu, banyak warga berharap agar fungsi Terminal Purabaya dikembalikan seperti semula. Mereka menilai bahwa bus seharusnya hanya menurunkan penumpang di dalam terminal, bukan di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo.
“Ini yang harus diterapkan sebetulnya tidak boleh berhenti di depan pom bensin dan nurunin barang. ltu yang membuat macet, dan kalau saat macet banyak bus yang ngeblong ke jalur sebaliknya itu juga jadi imbas kemacetan. tolong pak
@satlantas_sidoarjo bisa ditertibkan lagi tidak perlu satu arah,” ujar warganet lainnya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi apakah kebijakan one way ini akan bersifat permanen atau hanya diterapkan selama arus mudik Lebaran. Masyarakat pun berharap adanya evaluasi setelah uji coba agar keputusan yang diambil benar-benar efektif dalam mengurai kemacetan tanpa menimbulkan masalah baru. [fyi/beq]






