Bangkalan (beritajatim.com) – Jalan raya sepanjang Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, setiap pagi selalu memakan korban. Pasalnya, sisi jalan sebelah kanan yang dilalui kendaraan dari arah timur ke barat, licin akibat tetesan air garam bercampur solar yang dimuat oleh truk.
Kapolsek Galis Iptu Afandi mengatakan, kejadian ini berlangsung sejak dua bulan lalu. Tetesan air garam dan solar berasal dari puluhan truk yang melintas membawa garam basah. “Jadi air tetesan itu dari truk yang memuat garam, airnya menetes di sepanjang jalan dan licin. Puluhan orang sudah jatuh tergelincir,” terangnya, Senin (4/9/2023).
Ia mengatakan, truk-truk tersebut bukan dari Bangkalan. Namun, dari kabupaten lain penghasil garam yakni dari Sampang, Pamekasan hingga Sumenep. “Bisa dari Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Truk itu melintas sejak malam hingga siang,” ujarnya.
Yang lebih bahaya lagi saat malam hari sampai pagi karena jalan gelap dan tidak cepat kering. Pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap sopir truk serta memberikan imbauan kepada penguna jalan raya. “Tidak hanya air garam yang menetes namun juga solar, karena bodi truk diolesi solar supaya tidak cepat keropos,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Produksi Garam di Bangkalan Tak Berkembang
Terpisah, salah satu korban kecelakaan Samsul Arifin (26) warga Kabupaten Sampang mengatakan, saat melintas di jalan raya Desa Paterongan, Kecamatan Galis, laju kendaraanya tidak bisa dikendalikan karena jalan licin. “Saya tidak tahu kalau ada air garam, motor mendadak oleng dan saya terjatuh,” tandasnya. [sar/suf]






