Gresik (beritajatim.com)- Kerusakan parah di ruas Jalan Raya Bobotoh–Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, akhirnya memakan korban. Sebuah mobil dilaporkan terguling akibat kondisi jalan yang ambles dan tidak rata, memicu kepanikan warga sekitar sekaligus sorotan tajam dari DPRD Gresik.
Peristiwa tersebut langsung mendapat respons cepat dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, setelah menerima laporan warga. Tanpa menunggu lama, Hamdi turun langsung ke lokasi melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Iya, awalnya ada laporan dari warga ke saya dan langsung saya teruskan ke tim Unit Reaksi Cepat (URC) DPUTR agar segera ditindaklanjuti, khususnya perbaikan jalan,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Tak butuh waktu lama, tim URC dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik langsung bergerak melakukan penanganan darurat. Perbaikan dilakukan dengan metode rekondisi berupa penambalan aspal di titik jalan yang rusak sepanjang kurang lebih 30 hingga 40 meter.
Menurut Hamdi, kerusakan tersebut bukan terjadi secara tiba-tiba. Ia mengungkapkan bahwa penurunan badan jalan sudah berlangsung cukup lama, bahkan telah menjadi perhatian sebelum kecelakaan terjadi.
“Memang di titik itu ada penurunan. Ditambah kejadian kecelakaan kemarin menjadi perhatian serius. Di depan wilayah Desa Boboh, ada saluran dengan tembok penahan tanah (TPT) yang kurang kuat sehingga menyebabkan jalan turun,” jelasnya.
Kondisi ini diperparah dengan struktur tanah yang labil. Hamdi menyebutkan bahwa kawasan tersebut sudah menunjukkan gejala kerusakan sejak satu hingga dua tahun terakhir, namun belum mendapatkan penanganan permanen.
Ia pun menegaskan bahwa perbaikan tambal sulam bukan solusi jangka panjang. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Ke depan perlu penguatan penahan tanah pada TPT-nya. Selain itu, juga butuh pengerasan lanjutan, bisa dengan aspal yang lebih kuat atau bahkan menggunakan cor beton,” pungkasnya. [dny/aje]






