Surabaya (beritajatim.com) – Tempe atau yang juga disebut tempeh dalam versi internasional adalah protein vegan yang penuh dengan manfaat bagi kita dan planet ini.
Sebagai gambaran betapa terkenalnya makanan khas Indonesia ini, pada Sabtu (29/10) Google Doodle menampilkan gambar tempe mendoan dengan berbagai warna.
Google menampilkan foodle (food doodle) tempe, sebagai bentuk apresiasi terhadap Warisan Budaya Takbenda dari Indonesia yang mendunia. Foodle tidak hanya muncul di Indonesia saja, tetapi juga di 7 negara lainnya.
Membahas mengenai tempe yang mendunia sebagai makanan pilihan Vegan (vegetarian), tidak terlepas dari manfaat gizinya yang sangat baik karena mengandung protein nabati.
Ketika memikirkan sumber protein bagi vegan, beberapa akan menjawab: kacang-kacangan dan olahannya. Salah satu yang akhir-akhir ini populer bagi vegan seluruh dunia adalah tempe.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kuliner”]
Apa Itu Tempe?
Berakar dari budaya warisan Indonesia, tempe adalah makanan tradisional yang terbuat dari kedelai. Kacang yang difermentasi dan dipadatkan seperti kue yang padat dan kenyal dengan tekstur seperti daging. Tempe yang terbuat dari kacang utuh, dilunakkan melalui proses fermentasi. Sehingga tekstur finish tempe terasa padat alih-alih lembut seperti tahu
Selain kedelai, tempe juga bisa dibuat dari kacang-kacangan yang lain. Seperti kacang hijau, garbanzo, kacang merah, dan lain sebagainya. Kacang juga dapat diproses dan dicampur dengan sumber protein vegan yang lain, seperti gluten gandum untuk membentuk sumber protein hibrida.
Manfaat Nutrisi Tempe
Mencari makanan rendah lemak namun tinggi protein? tempe bisa menjadi pilihan yang baik. Satu porsi sebanyak 3 ons tempe mengandung 15 gram protein dan hanya sembilan gram karbohidrat. Bahkan karena teksturnya yang padat, 15 gram tempe sebanding dengan enam tahu ukuran biasa.
Tempe juga kaya akan zat besi dan kalsium. Kadar kalsium yang tinggi menjadikan tempe sebagai makanan yang sangat baik untuk mendukung kesehatan tulang, mengurangi pengeroposan tulang, dan meningkatkan kepadatan tulang.
Produk olahan kedelai juga dikaitkan dengan kesehatan jantung. Konsumsi makanan berbasis kedelai secara teratur seperti tempe telah dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (jahat) serta penurunan trigliserida (penanda penyakit jantung).
Mengkonsumsi kedelai secara teratur juga dikaitkan dengan penurunan risiko jenis kanker tertentu. Menurut Healthline, kedelai dapat membantu tubuh menghilangkan radikal bebas berbahaya yang dapat memicu jenis kanker tertentu.
Karena tempe adalah makanan fermentasi, maka ia kaya akan prebiotik, yakni serat yang mendukung pertumbuhan bakteri sehat. Prebiotik sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan eliminasi, mengurangi peradangan, dan meningkatkan fungsi otak.
Kedelai yang sudah difermentasi juga lebih mudah dicerna bagi orang-orang dengan alergi zat pati kedelai. Makanan fermentasi yang tidak dipasteurisasi seperti tempe dapat memberikan dosis probiotik yang cukup, sehingga dapat membantu menyeimbangkan bakteri usus yang sehat.
Itulah manfaat tempe sebagai pilihan protein nabati untuk vegan yang mendunia. Agaknya kita harus merasa bersyukur karena bisa menikmati manfaat tempe dengan mudah. (Kai/nap)






