Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Industri Event Indonesia atau DPD IVENDO Jawa Timur, Eko Febri, menyoroti dampak efisiensi anggaran yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, yang menurutnya turut mempengaruhi keberlangsungan usaha di sektor event.
“Kegiatan halalbihalal ini selain untuk menyambung silaturahmi juga untuk menampung aspirasi teman-teman,” ujarnya, saat acara halalbihalal IVENDO, di kantor beritajatim.com, Sabtu (12/4/2025).
“Kami menampung banyak aspirasi teman-teman. Efisiensi anggaran membuat dampak terasa ke mana-mana, khususnya sektor event. Kami juga akan terus menyuarakan kondisi ini ke pihak-pihak terkait melalui audiensi dan kerja sama dengan dinas-dinas terkait,” sambung Eko.
Menurut pengakuannya, banyak pelaku industri event yang mengeluhkan penurunan omzet dalam setahun belakangan. Bahkan, angka penurunan ini mencapai 70 persen.
Anggota IVENDO Jatim yang juga pelaku industri event, Fahril Alvin Bahri, turut menambhakan. Penurunan ekonomi atau pendapatan di bidang event ini juga dipengaruhi oleh daya beli pengunjung yang menurun. “Saat kami menggelar acara di Surabaya, bazar sembako murah lebih diminati, sedangkan UMKM sepi pembeli,” ujar Fahril Alvin Bahri.
Sekretaris Asosiasi Experiental Learning Indonesa (AELI), M. Farhan, turut mengeluhkan hal yang sama. Namun menurutnya, penurunan ekonomi yang signifikan ini karena banyaknya dana yang dipangkas.
“Akhir tahun 2024 sudah ada kabar kita sudah tidak ada anggaran. Ternyata ada skema efisiensi anggaran dari pemerintahan. Jika sebelumnya ada kantor-kantor pemerintahan menggelar kegiatan seperti acara pengembangan, fisik mental disiplin, pembentukan jiwa, dan sejenisnya, justru kini hampir atau bahkan tidak ada,” ujarnya.
Hadirnya Firman dalam undangan halalbihalal bersama IVENDO Jatim ini pun memiliki harapan yang sama, bisa berkolaborasi dengan maksimal. Sehingga industri event dan sejenisnya dapat lebih sehat dan kembali baik. (fyi/kun)






