Surabaya (beritajatim.com) – Keluarga Besar ITS Peduli Negeri menyuarakan keprihatinannya atas perkembangan demokrasi di Indonesia. Mereka meminta agar Presiden Joko Widodo tak memihak ke salah satu paslon.
“Kita ingin pemilu berjalan dengan jujur dan adil, damai. Jadi, tidak ada keberpihakan dari pemerintah, dari kelompok atau partai tertentu lainnya,” kata Profesor Teknik Mesin ITS, Harus Laksana Guntur, Senin (5/2/2024).
Pihaknya meminta Jokowi berkomitmen menjaga netralitas, mencegah aparatur negara terlibat dalam politik praktis dan menjamin pelaksanaan Pemilu 2024 jujur, adil, damai dan berintegritas.
“Kami percaya bahwa bapak presiden memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menjaga stabilitas nasional dan kelancaran proses demokrasi,” katanya.
Ia juga menegaskan jika pernyataan sikap ini tidak terafiliasi dengan kelompok mana pun.
“Aspirasi dalam penyataan sikap ini, kami sampaikan melalui pimpinan kami, rektor ITS untuk disampaikan ke presiden. Jadi, tidak kami sampaikan secara liar, tetap menghormati pimpinan ITS, sehingga semua kita lakukan sesuai jalur,” sebutnya.
Pernyataan sikap ini sendiri diikuti oleh sebanyak 41 profesor ITS. Aksi ini sebagai upaya menciptakan pemilu yang damai, jujur dan adil. Selain itu juga untuk menjaga integritas, moral dan etika, serta tidak berpihak.
“Jadi aspirasi dalam penyataan sikap kami ini, kami sampaikan melalui pimpinan kami, Rektor ITS, untuk disampaikan ke presiden,” tandasnya. [ipl/beq]






