Situbondo (beritajatim.com) – Nasib malang menimpa pasangan suami istri Imam Safi’i (54) dan Yayuk. Warung nasi milik mereka di Jalan Kendit, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar pada Senin (27/4/2026) malam. Kebakaran hebat terjadi saat kedua pemilik warung sedang tidak berada di tempat.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengungkapkan bahwa warung tersebut sudah empat hari tutup. Sang istri, Yayuk, sedang keluar kota ke Jember, sementara suaminya, Imam Safi’i, saat kejadian sedang bertamu di rumah temannya di Kompleks Panarukan.
“Warung dalam keadaan kosong tanpa penghuni. Tidak ada aktivitas karena ibu Yayuk sedang di Jember dan Pak Imam Safi’i sedang di rumah teman,” ujar Puriyono, Selasa pagi (28/4/2026).
Kobaran api pertama kali terlihat oleh warga yang kebetulan melintas di Jalan Kendit. Warga tersebut segera berteriak memberitahu lingkungan sekitar dan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Kebetulan, seorang anggota Damkar yang melintas di lokasi yang sama juga langsung melapor ke piket markas.
Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas tiba. Dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Situbondo tiba beberapa menit kemudian dan langsung melakukan pemadaman serta pembasahan.
Proses pemadaman selesai pada pukul 19.20 WIB. Bangunan warung semi permanen berukuran panjang 10 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 3 meter tersebut rusak berat. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp30 juta.
Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden kebakaran ini. “Sumber api masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat,” jelas Puriyono.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Situbondo bersama unsur Kecamatan Panarukan, Koramil, Polsek, Pemerintah Desa Paowan, Tagana Dinsos, serta warga sekitar masih melakukan pendataan dan assessment di lokasi kejadian.
“Kami sedang melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana. Bantuan logistik akan segera disalurkan,” tutup Puriyono. [awi/suf]






