Ringkasan Berita:
- Paraguay menyingkirkan Jerman 4-3 melalui adu penalti usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
- Kiper Orlando Gill menjadi pahlawan dengan menggagalkan dua penalti pemain Jerman.
- Kekalahan ini menjadi kali pertama Jerman tumbang lewat adu penalti di putaran final Piala Dunia.
- Paraguay melaju ke babak 16 besar dan berpotensi menghadapi Prancis.
Surabaya (beritajatim.com) – Paraguay menorehkan salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah sepak bolanya setelah menyingkirkan Jerman melalui adu penalti pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6/2026) WIB. Keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa karena menjadi pelunasan atas kegagalan generasi emas Paraguay hampir tiga dekade silam.
Pada Piala Dunia 1998, Paraguay yang diperkuat Jose Luis Chilavert nyaris memaksa tuan rumah Prancis menjalani adu penalti di babak 16 besar. Namun, harapan itu sirna setelah Laurent Blanc mencetak gol emas pada menit ke-114.
Sebanyak 28 tahun kemudian, Paraguay akhirnya berhasil menuntaskan misi tersebut. Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, wakil Amerika Selatan itu menang 4-3 dalam adu penalti atas juara dunia empat kali Jerman sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Sosok paling menentukan dalam kemenangan itu adalah penjaga gawang Orlando Gill. Kiper berusia 25 tahun tersebut menggagalkan tendangan penalti Kai Havertz dan Nick Woltemade, sementara eksekusi Jonathan Tah melambung di atas mistar. Jose Canale kemudian memastikan kemenangan Paraguay melalui tendangan penalti terakhir.
Hasil tersebut juga mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya Jerman kalah dalam adu penalti pada putaran final Piala Dunia.
Bagi Gill, aksi heroiknya bukanlah sesuatu yang datang secara kebetulan. Penjaga gawang San Lorenzo tersebut memang dikenal sebagai spesialis adu penalti.
Pada Mei lalu, ia berhasil menggagalkan dua penalti River Plate dalam pertandingan Apertura Liga Argentina. Pada musim sebelumnya, Gill juga menjadi penentu kemenangan San Lorenzo atas Argentinos Juniors di babak perempat final melalui penyelamatan penalti.
“Sulit menggambarkannya dengan kata-kata. Pertandingan ini sangat berat. Kami terus mendapat tekanan dari segala arah, tetapi kami mampu bertahan,” ujar Gill.
Ia mengungkapkan keberhasilannya membaca arah tendangan para pemain Jerman merupakan hasil analisis yang dilakukan tim pelatih sebelum pertandingan.
“Kami menganalisis setiap pemain, setiap detail,” katanya.
Kesuksesan Paraguay juga tak lepas dari racikan pelatih Gustavo Alfaro. Meski sempat menuai kritik karena menerapkan strategi yang dianggap terlalu defensif sejak fase grup, Alfaro tetap mempertahankan pendekatan tersebut saat menghadapi Jerman.
Strategi itu terbukti efektif. Paraguay hanya menguasai sekitar 25 persen penguasaan bola, tetapi mampu meredam gempuran lawan yang melepaskan 21 percobaan sepanjang pertandingan.
Kapten Paraguay, Gustavo Gomez, menilai kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras dan karakter kuat seluruh pemain.
“Hari ini adalah pertandingan di mana kami harus menjadi Paraguay lebih dari sebelumnya. Saya pikir jauh di dalam hati mereka, Jerman tahu bahwa jika ingin mengalahkan kami, mereka harus bekerja sangat keras karena kami akan membuat mereka membayar mahal untuk setiap peluang,” ujar Gomez.
Paraguay bahkan mampu tampil disiplin meski kehilangan bek andalan Omar Alderete yang absen akibat cedera. Solidnya organisasi pertahanan membuat Jerman kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang pertandingan.
Julio Enciso membawa Paraguay unggul pada menit ke-42 melalui sundulan memanfaatkan umpan Matias Galarza. Jerman menyamakan kedudukan sembilan menit setelah babak kedua dimulai lewat sundulan Kai Havertz.
Die Mannschaft sempat mengira telah memastikan kemenangan ketika Jonathan Tah mencetak gol pada babak tambahan waktu. Namun, setelah pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dianulir karena Tah dinilai melakukan pelanggaran terhadap Orlando Gill.
Pertandingan pun berlanjut ke adu penalti yang akhirnya dimenangkan Paraguay dengan skor 4-3.
Kemenangan bersejarah ini membawa Paraguay melangkah ke babak 16 besar. Di fase berikutnya, mereka berpeluang menghadapi Prancis yang lebih difavoritkan untuk menyingkirkan Swedia dan melaju ke fase selanjutnya. [faw/beq]






