Surabaya (beritajatim.com) – Pengurus ISMI (Ikatan Saudagar Muslim Indonesia) Jawa Timur mengadakan pertemuan strategis dengan Bank Jatim Syariah guna membahas kondisi bisnis terkini dan hubungannya dengan sektor perbankan.
Dalam dialog tersebut, sejumlah pengusaha muslim hadir, mencakup pengusaha properti, perikanan, ternak, teknologi informasi, eksportir nasional, dan berbagai bidang usaha lainnya. Yusron Aminulloh, Ketua ISMI Jatim, menyatakan bahwa pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal bagi sinergi antara ISMI Jatim dan Bank Jatim Syariah. Acara ini berlangsung pada Jumat (28/7/2023) di Kantor Pusat Bank Jatim di Surabaya.
Ummi Rodiyah, Pimpinan Bank Jatim Syariah, memberikan apresiasi atas acara tersebut dan berharap pertemuan awal ini akan berlanjut menjadi kolaborasi yang lebih mendalam. Diskusi berjalan dengan penuh semangat dan kehangatan.
BACA JUGA:
Puluhan Peserta Ikuti Workshop Wakaf Produktif di DeDurian Park Jombang
Tidak hanya itu, pertemuan ini juga menghasilkan gagasan-gagasan menarik dari para peserta, termasuk Ismail Nachu, Misbahul Huda, Andana, Samiono, Dalu Qirom, dan lainnya. Mereka membahas secara mendetail tantangan bisnis pada masa kini dan juga kaitannya dengan sektor perbankan.
Cak Mail, yang merupakan panggilan dari Ismail Nachu, seorang pengusaha properti ternama, menegaskan bahwa prinsip bisnis yang meliputi kejujuran dan kecakapan merupakan hal wajib bagi saudagar muslim.
Dia optimis bahwa dengan berpegang pada prinsip tersebut, bisnis akan berkembang pesat. Cak Mail juga menyoroti pentingnya Bank Jatim Syariah melakukan terobosan agar sinergi dengan ISMI dapat terwujud dalam skala bisnis yang lebih besar.

Peserta lainnya, Samiono, menyoroti komoditas pangan sebagai peluang bisnis yang besar. Dia merasa prihatin karena Indonesia belum mampu mandiri dalam menyediakan komoditas pangan bagi jemaah haji.
Samiono mengungkapkan bahwa saat ia menghadiri pameran di Jeddah, ia melihat kebutuhan pangan untuk 240 ribu jemaah haji Indonesia dilayani oleh negara-negara seperti Vietnam dan Filipina. Sementara itu, Malaysia mampu melakukan negosiasi sehingga bahan makanan untuk jemaah haji dari negara tersebut disuplai oleh perusahaan Malaysia.
“Hal ini menjadi tantangan kedepan yang bukan hanya berbicara soal bisnis semata, tetapi juga melibatkan kebijakan politik dan kepentingan nasional,” ujarnya.
BACA JUGA:
ISMI Jatim Sinergi dengan GWI untuk Gerakkan Wakaf Produktif
Dalu Qirom, mantan Presiden BEM ITS, mengulas peluang bisnis di sektor domba di Indonesia. Qirom berharap Bank Jatim dapat berinovasi agar dapat lebih mendukung pengusaha kelas menengah.
Misbahul Iman, salah seorang pejabat Bank Jatim Syariah, memberikan tanggapan positif terhadap usulan yang diajukan oleh banyak peserta. “Kami sangat mengapresiasi masukan yang berharga dari diskusi ini. Mari kita lanjutkan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya hingga menemukan titik sinergi dan kolaborasi yang optimal. Bank Jatim Syariah senantiasa terbuka dan siap untuk berkontribusi,” kata Iman. [suf]






