Surabaya (beritajatim.com) – Polisi masih melacak keberadaan kekasih dari Rosi Happy Septiani, pemilik motor misterius yang ditemukan tewas di Sungai Karah, masuk wilayah Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Kamis (21/9/2023). Jasad Happy ditemukan setelah adanya sepeda motor Vario merah AG 2939 US yang ditinggalkan terparkir di pinggir Jalan Gunungsari bersama sebuah tas berisi dua ponsel dan KTP.
Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, I Made Sutanaya mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian Happy. Sebab belum menemukan Gilang kekasih dari Rosi.
“Belum diketahui apakah ikut loncat atau melarikan diri atau bagaimana karena masih kami cari bersama BPBD Kota Surabaya,” ujar Made.
Dari informasi yang dihimpun beritajatim, Happy sehari-hari bekerja di sebuah mal di Surabaya barat. Sedangkan Gilang kesehariannya menjaga indekos di daerah Dharmahusada. Keduanya telah berpacaran selama 1 tahun.
“Kami temukan kalung yang masih dipakai oleh korban serta vapor PoD sistem yang juga dikalungkan di lehernya. Kami juga temukan luka lebam di tangan kanan,” imbuh Made.
BACA JUGA:
Pemilik Motor Misterius di Sungai Karah Ditemukan Tewas
Saat ini, petugas BPBD Surabaya masih melakukan pencarian keberadaan Gilang di Sungai Karah. Rencananya, petugas menyisir sungai selama 3 hari ke depan.
Pantauan beritajatim di Polsek Wonokromo, petugas kepolisian masih menunggu kedatangan keluarga dari Happy dan Gilang dari Nganjuk.
Sebelumnya diberitakan, pemilik motor misterius di Gunungsari ditemukan tewas dengan luka lebam di tangan kanan. Diketahui bahwa pemilik motor yang tewas adalah Rosi Happy Septiana (25) warga Nganjuk.
Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Iptu I Made Sutanaya mengatakan petugas menduga bahwa Rosi Happy Septiana saat meninggalkan motor bersama dengan kekasihnya bernama Gilang. Saat ini, petugas kepolisian masih mencari keberadaan Gilang. Belum diketahui apakah Gilang ikut meloncat ke sungai Karah di Jalan Gunungsari.
BACA JUGA:
Motor dan Tas Misterius Ditinggal Pemiliknya di Sungai Karah
“Kami belum tahu apakah Gilang ini juga ikut loncat atau bagaimana. Karena minimnya saksi di lapangan,” ujar I Made Sutanaya di lokasi, Kamis (21/9/2023).
Happy ditemukan tewas mengambang dengan menggunakan baju sweater berwarna biru dongker. Baju Happy juga robek dibagian tangan kanan atasnya. Belum diketahui pasti apakah sempat terjadi penganiayaan kepada Happy.
“Ditemukan 300 meter dari titik awal diduga lompat pertama. Kalungnya masih ada. Kami juga masih menunggu hasil autopsi dari RSUD. dr Soetomo,” imbuh Made. [ang/beq]






