Surabaya (beritajatim.com) – Surabaya menjadi saksi malam penuh kenangan ketika Westlife sukses menggelar konser bertajuk “A Gala Evening in Surabaya” di Ballroom Graha Unesa, Minggu (8/2/2026). Konser ini terasa spesial karena menghadirkan konsep orkestra yang intim, megah, sekaligus emosional—membuat ribuan penonton larut dalam nostalgia akhir 1990-an hingga awal 2000-an.
Sejak lampu ballroom meredup dan alunan string orchestra mulai terdengar, atmosfer magis langsung menyelimuti venue. Westlife membuka penampilan dengan elegan, disambut teriakan histeris para Weslifer, sebutan untuk penggemar setia mereka yang mayoritas berasal dari kalangan milenial. Suara koor penonton menggema, menyatu dengan aransemen orkestra yang memperkaya setiap lagu.
Deretan lagu populer seperti “My Love”, “Hello My Love”, “Uptown Girl”, hingga “I Have a Dream” menjadi momen puncak nostalgia. Tak sedikit penonton yang terlihat menahan haru, yang mungkin mengingat kembali masa remaja, cinta pertama, hingga fase hidup yang pernah diiringi lagu-lagu Westlife.
Konsep orkestra yang dibawakan String Orchestra of Surabaya sendiri memberikan nuansa baru pada lagu-lagu lama, membuatnya terdengar lebih megah namun tetap hangat.
Konser ini juga menjadi penampilan pertama Westlife di Indonesia pada tahun 2026, sekaligus menandai pembukaan rangkaian tur mereka di Tanah Air. Promotor FolagoPro berhasil menghadirkan pengalaman konser yang berbeda dari biasanya. Tidak sekadar konser pop, namun sebuah malam gala yang elegan dan penuh rasa.
Chief Marketing Officer FolagoPro, Michael Haumahu, menyebut konser ini sebagai pembuka tahun yang spesial bagi Westlife di Indonesia. “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berkesan, bukan hanya konser biasa. Konsep orkestra ini dipilih untuk memperkuat sisi emosional dan nostalgia dari lagu-lagu Westlife,” ujarnya.
Antusiasme penggemar sudah terasa sejak sore hari. Para Weslifer Surabaya memadati area venue lebih awal, membawa spanduk, lightstick, hingga bendera Irlandia sebagai simbol kecintaan mereka pada grup asal Dublin tersebut. Bahkan sebelum konser dimulai, para penggemar sempat bernyanyi bersama dan berfoto, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat.
Westlife sendiri tampil prima dan komunikatif. Mereka beberapa kali menyapa penonton, mengungkapkan rasa bahagia bisa kembali ke Indonesia, khususnya Surabaya. Interaksi ini membuat konser terasa semakin dekat dan personal.
Menjelang akhir konser, suasana berubah menjadi haru ketika Westlife membawakan “You Raise Me Up”—lagu populer milik Josh Groban sebagai bentuk penghormatan kepada orang-orang tercinta yang telah lebih dulu pergi. Lagu ini menjadi momen reflektif yang mendalam, dengan ribuan lampu ponsel menyala di seluruh penjuru ballroom.
Sebagai penutup, Westlife kembali ke panggung untuk membawakan “Swear It Again” sebagai lagu encore. Lagu debut mereka itu seolah menjadi simbol perjalanan panjang Westlife bersama para penggemarnya selama lebih dari dua dekade. (fyi/aje)






