Ringkasan Berita:
- Iptu Elfi Ryany menjabat satu-satunya Kepala Sektor (Kasektor) perempuan di Daker Madinah.
- Sektor 5 mengelola akomodasi jemaah dengan jarak 500-600 meter dari Masjid Nabawi.
- Strategi preventif dilakukan lewat pembagian kartu nama hotel untuk cegah jemaah tersesat.
- Penjemputan jemaah yang terpisah rombongan dikoordinasikan secara real-time via WhatsApp.
Madinah (beritajatim.com) – Iptu Elfi Ryany mencetak sejarah sebagai satu-satunya perempuan yang dipercaya menjabat sebagai Kepala Sektor (Kasektor) di Daerah Kerja (Daker) Madinah pada operasional haji 1447 H/2026 M. Petugas dari unsur Polwan ini memimpin Sektor 5 PPIH Arab Saudi dengan tanggung jawab mengawal ribuan jemaah Indonesia yang menempati wilayah terluar di sekitar Masjid Nabawi.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, dedikasi Iptu Elfi menjadi cerminan nyata penguatan peran perempuan dalam menyukseskan misi Haji Ramah Lansia.
Meskipun memimpin di tengah dominasi enam Kasektor laki-laki lainnya, ia membuktikan bahwa profesionalisme dan ketelitian merupakan kunci utama dalam melayani tamu-tamu Allah.
“Perasaannya bercampur aduk ya, karena yang 6 Kasektor itu adalah laki-laki. Tapi satu prinsip saya, kalau bapak-bapak itu atau laki-laki bisa mengerjakan, kita pasti bisa mengerjakan,” tegas Iptu Elfi Ryany saat ditemui di Madinah, Sabtu (26/4/2026).
Strategi Kawal Jemaah di Wilayah Terluar
Sektor 5 Madinah membawahi sejumlah hotel dengan jarak sekitar 500 hingga 600 meter menuju Masjid Nabawi. Jarak yang cukup jauh ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lansia yang kini jumlahnya telah mencapai lebih dari 6.900 orang di Madinah. Elfi memastikan timnya bekerja secara kolaboratif lintas fungsi, mulai dari layanan akomodasi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah (linjam).
“Kami punya tim yang solid, kita berkolaborasi antar tusi (tugas fungsi). Ada akomodasi, transportasi, kesehatan, konsumsi, hingga linjam. Alhamdulillah tim kami solid, jadi kerjaan seperti apapun bisa dengan mudah kita lewati,” tambahnya, selaras dengan filosofi “Super Tim” yang ditekankan oleh KJRI Jeddah sebelumnya.
Solusi Taktis Jemaah Tersesat
Salah satu dinamika utama di Madinah adalah jemaah yang lupa jalan pulang atau terpisah dari rombongan setelah beribadah di Masjid Nabawi. Untuk mengantisipasi hal ini, Elfi menerapkan langkah preventif berupa pembagian kartu nama hotel kepada setiap jemaah sejak pertama kali tiba di pemondokan.
“Ibu kalau kesasar, kasih tahu saja kartu nama ini, nanti akan diantar,” jelasnya mengenai pesan yang selalu ditekankan kepada jemaah. Jika jemaah ditemukan berada jauh dari lokasi hotel, koordinasi penjemputan dilakukan secara cepat melalui grup WhatsApp lintas sektor.
Sinergi komunikasi real-time ini memudahkan tim untuk bergerak melakukan penjemputan menggunakan kendaraan operasional Daker Madinah. Kehadiran sosok Iptu Elfi Ryany membuktikan bahwa ketegasan dalam memimpin dan keibuan dalam melayani mampu memberikan rasa aman bagi jemaah haji Indonesia selama menjalani ibadah di Kota Nabi. [ian/beq]






