Jember (beritajatim.com) – Investor bidang perikanan akan masuk ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan mendirikan pabrik pengalengan ikan.
“Sekarang dalam proses perizinan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Peternakan dan Perikanan Jember Sugiyarto, ditulis Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, skala usaha pengalengan tersebut cukup besar. “Insyaallah investasinya sekitar Rp100 miliar dan bisa melibatkan sekitar seribu pekerja. Mudah-mudahan menjadi langkah baru bagi kita untuk diversifikasi makanan,” kata Sugiyarto.
Potensi perikanan di Kabupaten Jember memang cukup besar. Produksi ikan tangkap pada 2025 mencapai 14.746 ton atau naik 137,44 persen dari target 10.729 ton.
Sementara untuk produk olahan, selama ini Dinas KPPP Jember memiliki kelompok-kelompok binaan pengolah dan pemasar hasil perikanan. Mereka mendapat bimbingan teknis keanekaragaman olahan, termasuk cara mengemas.
“Jadi selain rasa dan jenisnya, keemasannya harus menarik sehingga bisa masuk ke pasar. Kemudian yang terakhir adalah diversifikasi makanan untuk sektor perikanan,” kata Sugiyarto.
Dinas KPPP Jember bekerja sama dengan sekolah menengah kejuruan, sehingga ada perubahan bentuk daripada makanan.
“Misalnya kita ingin anak-anak kita gemar makan ikan, tetapi ikannya banyak durinya. Ibu-ibu tidak telaten untuk memberikan anaknya, maka kita bentuk olahannya yang berbeda, misalnya berbentuk presto, abon dan sebagainya. Dengan begitu tujuan kita untuk meningkatkan konsumsi protein hewani bisa kita laksanakan,” kata Sugiyarto. [wir/ian]






