Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah sinergi apik antara dunia investasi dan kepedulian sosial terjalin di Surabaya. Junior Chamber International (JCI) Jawa Timur sukses menggelar seminar eksklusif bertajuk “Filosofi Investasi bersama Lo Kheng Hong” yang tak hanya membekali peserta dengan ilmu investasi mumpuni, namun juga menggalang dana untuk Yayasan Little Heart, sebuah organisasi yang fokus membantu anak-anak penderita penyakit jantung bawaan.
Acara yang dinanti-nantikan ini menghadirkan sosok legendaris di jagat investasi Indonesia, Lo Kheng Hong, yang dikenal luas sebagai “Warren Buffett Indonesia”. Dalam sesi yang penuh inspirasi, LKH, sapaan akrabnya, membagikan prinsip-prinsip investasi jangka panjang yang telah mengantarkannya pada puncak kesuksesan finansial.
Yanti Fu, Commissioner Director Business Master Class 2025, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan wujud komitmen JCI Jatim untuk memberikan edukasi sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.
“Ini menjadi momentum yang luar biasa untuk berbagi. Seluruh dana yang terkumpul dari donasi dan penjualan tiket, sejumlah Rp 136.250.000, telah kami serahkan sepenuhnya kepada Yayasan Little Heart Foundation,” ungkapnya penuh haru di sela-sela acara.
Dalam pemaparannya mengenai investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya value investing, yaitu membeli aset bagus dengan harga murah. Ia menganalogikannya dengan bijak, “Lebih baik membeli Mercy dengan harga Bajaj daripada membeli Bajaj dengan harga Mercy.” Artinya, investor cerdas akan mencari saham perusahaan unggulan yang sedang undervalued, ketimbang tergiur saham biasa dengan harga yang sudah tinggi.
Lebih dari sekadar teori, LKH juga berbagi kebiasaan “emas”-nya dalam mengambil keputusan investasi yang tepat: **membaca dan berpikir**. Ia mengungkapkan dedikasinya untuk membaca selama enam jam setiap hari, dan menyarankan agar rutinitas ini dilakukan setelah bangun tidur demi penyerapan informasi yang optimal.
“Fokus bacaan utama saya adalah laporan keuangan dan informasi mendalam tentang perusahaan publik,” jelasnya.
Investor kawakan ini juga memberikan panduan praktis dalam memilih saham jangka panjang yang berkualitas. Menurutnya, pemilihan saham harus didasarkan pada **nilai fundamental perusahaan yang kuat**, bukan sekadar spekulasi sesaat.
Suasana seminar yang hangat dan interaktif dipandu dengan apik oleh Senator JCI East Java, Budiono Lie. Para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu investasi berharga langsung dari sang maestro, tetapi juga memiliki kesempatan emas untuk berdialog dan mengajukan pertanyaan langsung kepada Lo Kheng Hong.
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa investasi tidak hanya soal keuntungan finansial, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk berbagi dan memberikan dampak positif bagi sesama. Kolaborasi JCI Jatim dan Lo Kheng Hong dalam mendukung “Little Heart” ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berinvestasi secara cerdas sambil menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu sosial.[rea]






