Blitar (beritajatim.com) – Gerakan boikot yang mendukung Israel mulai bermunculan di Blitar. Warga Blitar kini mulai menghindari membeli sejumlah produk yang diduga mendukung negara Israel.
Laily Khurniawati, salah satunya. Ibu rumah tangga yang juga menjabat sebagai anggota Legislatif DPRD Kota Blitar itu, sejak muncul pemberitaan Israel menyerang Palestina, ia memilih untuk tidak lagi menggunakan produk-produk yang terafiliasi dengan Israel.
Kini ia pun memilih menggunakan produk-produk lokal yang tidak ikut mendukung Israel. Baginya ini merupakan salah cara untuk menghentikan penindasan yang dilakukan oleh Israel ke Palestina.
“Dulu saya sebagai umat muslim hanya berfikir halal haram saja, tapi setelah beredar berita Israel menyerang Palestina, hati saya tidak tega melihat anak-anak kecil terluka bahkan meninggal. Jadi sekarang saya memilih untuk mengambil bagian yang menghindari produk pendukung Israel,” kata Laily, Minggu (12/11/23).
Laily terdorong untuk melakukan aksi boikot produk pendukung Israel, usai melihat seruan di sejumlah media sosial lokal Blitar. Sebagai seorang muslim, Laily sempat merasa malu karena masyarakat umum yang dinilainya kurang mengerti tentang sejarah perjuangan umat Islam Palestina justru lebih dulu menyerukan boikot produk pendukung Israel.
Hal itulah yang menjadi pendorong Laily untuk memulai tidak membeli produk-produk pendukung Israel hingga saat ini.
“Jadi awalnya saya kaget juga malu, kog masyarakat yang saya nilai kurang mengerti tentang konflik itu aja langsung melakukan aksi boikot, itulah yang menjadi pelecut bagi saya untuk melakukan hal yang sama,” imbuhnya.
Kini Laily dan keluarga serta sejumlah rekan-rekannya sepakat untuk tidak menggunakan produk-produk pendukung Israel. Sebagai gantinya kini, Laily memilih untuk menggunakan produk-produk lokal Indonesia.
Ditanya soal, apakah sulit untuk mencari produk lokal Indonesia. Laily dengan tegas menjawab justru produk lokal jauh lebih banyak variannya, harganya pun juga jauh lebih murah jika dibandingkan dengan produk pendukung Israel.
“Justru lebih banyak produk lokal, tidak bingung karena produk lokal sekarang juga sudah baik dan variannya juga banyak,” terangnya.
BACA JUGA:
Galang Donasi Palestina, Arek Kepanjen Bakar Bendera Israel
Selain melakukan aksi boikot, Laily dan rekannya kini rutin melakukan aksi galang dana yang didonasikan bagi korban di Gaza Palestina. Baginya ini bukan hanya soal agama, namun soal kemanusiaan.
“Tidak usah ngerti agama, cukup jadi manusia untuk menolak semua aksi kejahatan yang dilakukan oleh Israel,” tutupnya. [owi/but]






