Ringkasan Berita:
- Dishub Surabaya menyiapkan sanksi tegas kepada sopir Suroboyo Bus nomor 23 setelah kecelakaan dengan dump truk di Jalan Waringin.
- Insiden terjadi akibat human error pengemudi bus saat bermanuver ke Terminal Joyoboyo.
- Tidak ada korban jiwa atau luka serius dalam kecelakaan yang sempat memicu kepanikan penumpang dan warga sekitar.
Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menindak tegas sopir Suroboyo Bus yang terlibat kecelakaan dengan dump truk pengangkut sampah di Jalan Waringin, Surabaya. Insiden yang terjadi pada Selasa pagi (2/6/2026) ini diduga murni akibat human error pengemudi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa investigasi internal menemukan pengemudi kurang memperhatikan dump truk yang parkir di tepi jalan saat bus bermanuver menuju Terminal Joyoboyo.
“Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum, Bu Eni, sudah melaporkan bahwa memang terjadi mungkin human error ya. Human error dari pengemudi Surabaya Bus,” ujar Trio pada Rabu (3/6/2026).
Dishub menegaskan bahwa sanksi tegas akan diberikan kepada sopir armada bernomor lambung 23 tersebut. Bentuk sanksi akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran, mulai dari peringatan hingga pemberhentian.
“Silakan nanti bentuknya kami akan pertimbangkan, mulai dari peringatan sampai dengan pemberhentian yang bersangkutan,” pungkas Trio.
Kecelakaan bermula ketika Suroboyo Bus bermanuver belok ke kanan dari Jalan Waringin menuju Terminal Joyoboyo sekitar pukul 07.25 WIB. Posisi dump truk milik DSDABM bernopol L 5093 BP yang parkir setelah tikungan luput dari pandangan pengemudi, sehingga terjadi gesekan pada pintu dan kaca sisi kanan bus.
“Unit Suroboyo Bus 23 pada saat melakukan manuver ke kanan terjadilah insiden menyenggol Unit Dump Truck milik DSDABM, yang mengakibatkan kerusakan pada pintu dan kaca sisi kanan unit bus,” jelas Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum, Eni Sugiharti Fajarsari.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam peristiwa ini. “Alhamdulillah tidak (ada yang mengalami luka serius baik yang menimpa penumpang maupun sopir),” imbuh Eni.
Dishub Kota Surabaya menegaskan insiden ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kedisiplinan dan keselamatan operasional transportasi umum di Kota Pahlawan. [rma/suf]






