Surabaya (beritajatim.com)- Thai Tea, atau yang secara tradisional dikenal dengan nama Cha Yen, bukan sekadar minuman penghalau dahaga di tengah cuaca tropis yang terik. Perpaduan antara warna orange yang ikonik, aroma rempah yang eksotis, serta tekstur creamy yang memanjakan lidah telah menjadikannya sebagai sebuah fenomena kuliner global. Di balik tampilannya yang sederhana dalam gelas-gelas plastik, tersimpan sejarah panjang asimilasi budaya dan inovasi tanpa batas yang membuatnya tetap relevan dan dicintai oleh berbagai kalangan hingga saat ini.
Mari kita bedah lebih dalam mengenai perjalanan si “Oranye” yang legendaris ini:
Sejarah: Harmoni Pertemuan Budaya Timur dan Barat
Banyak yang tidak menyadari bahwa Thai Tea adalah hasil “perkawinan” budaya yang sangat unik. Akar sejarahnya bermula dari pengaruh pedagang Tiongkok yang membawa tradisi teh ke Thailand, namun cara penyajiannya baru berkembang pesat pada abad ke-20 saat pengaruh kolonial Barat mulai memperkenalkan penggunaan susu. Warga lokal kemudian beradaptasi dengan menambahkan rempah-rempah khas seperti bunga lawang (star anise), kapulaga, dan kayu manis ke dalam seduhan teh hitam yang pekat. Warna oranye yang kita kenal sekarang awalnya berasal dari campuran rempah tersebut, yang seiring berjalannya waktu menjadi standar visual untuk membedakan karakter teh Thailand yang kaya rempah dengan teh susu biasa.
Ekspansi ke Indonesia: Dari Restoran Autentik Hingga Demam “Dum- Dum”
Masuknya Thai Tea ke Indonesia tidak terjadi dalam semalam. Awalnya, minuman ini hanya tersedia secara terbatas di restoran-restoran masakan Thailand autentik di Jakarta pada awal tahun 2000-an. Namun, ledakan popularitas sesungguhnya baru terjadi sekitar tahun 2015-2016, dipicu oleh munculnya gerai-gerai waralaba (seperti Dum Dum Thai Drinks) yang memperkenalkan konsep street drink modern di mal-mal besar.
Lidah masyarakat Indonesia yang secara alami menyukai perpaduan teh dan susu (mirip dengan teh tarik atau teh susu lokal) membuat Thai Tea sangat mudah diterima. Kemasannya yang praktis dengan gelas plastik besar dan harga yang terjangkau membuatnya dengan cepat beralih dari menu restoran mewah menjadi jajanan rakyat yang bisa ditemukan dari pusat perbelanjaan hingga gerai kontainer di pinggir jalan.
Seni Pembuatan: Teknik “Tarik” dan Keseimbangan Suhu
Salah satu daya tarik Thai Tea yang jarang dibahas adalah seni pembuatannya. Secara tradisional, teh hitam yang telah dicampur rempah diseduh menggunakan saringan kain berbentuk “kaos kaki” panjang. Untuk menghasilkan rasa yang pekat tanpa rasa sepet yang berlebihan, beberapa pembuat teh menggunakan teknik “tarik” dengan menuangkan teh dari satu wadah ke wadah lain dalam jarak yang tinggi. Teknik ini tidak hanya berfungsi sebagai atraksi visual, tetapi juga membantu mengeringkan teh agar aromanya lebih keluar dan suhunya turun secara merata sebelum dicampur dengan kental manis dan es batu yang melimpah.
Inovasi: Melompat Jauh Melampaui Batas Gelas
Di tangan para inovator kuliner masa kini, Thai Tea tidak lagi hanya dinikmati sebagai minuman dingin. Berikut adalah beberapa bentuk transformasinya:
Thai Tea Lava Cake & Dessert: Kue dengan isian cairan kental Thai Tea yang lumer saat dipotong, serta penggunaan bubuk Thai Tea dalam macaron atau puding sutra.
Soft Serve Ice Cream: Es krim dengan tekstur lembut yang menonjolkan aroma teh pekat dan sedikit sensasi pahit yang seimbang.
Varian Healthy Option: Penggunaan susu alternatif seperti susu gandum (oat milk), susu almond, atau pemanis rendah kalori untuk menyasar pasar yang lebih peduli kesehatan.
Nitro & Cheese Foam: Teknik penyajian dengan gas nitrogen untuk tekstur yang lebih halus, hingga tambahan busa keju gurih di atasnya yang menciptakan dimensi rasa gurih-manis.
Keberhasilan Thai Tea bertahan lintas generasi adalah bukti bahwa sebuah rasa yang kuat akan selalu menemukan jalannya untuk tetap relevan. Menikmati segelas Thai Tea adalah cara sederhana untuk menghargai bagaimana sejarah dan kreativitas bisa menyatu dalam harmoni rasa yang luar biasa. Tak perlu menunggu momen spesial untuk merayakan hari Anda dengan kesegaran yang autentik ini.
Jadi, sudahkah Anda menyiapkan waktu sejenak untuk menyesap kelezatan Thai Tea favorit Anda hari ini? Mari menjadi penikmat kuliner yang bijak dengan tetap menghargai proses panjang dibalik setiap racikannya. Kelezatan ini adalah bentuk kreativitas manusia, pastikan Anda menikmatinya hingga tetes terakhir sembari merayakan momen manis dalam keseharian Anda! [Devi Dwi Windah Sari]






