Ponorogo (beritajatim.com) – Pembangunan monumen dan museum Reog Ponorogo nampaknya bakal segera terealisasi. Setelah dilakukan tender di laman Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) beberapa waktu lalu, kini sudah diketahui pemenangnya. Pemenang dari tender pembangunan monumen dan museum Reog Ponorogo, adalah PT. Widya Satria dari Surabaya. Penunjukan pemenang ini, sudah dilakukan sekitar seminggu yang lalu.
“Masa sanggah berakhir hari ini, dan tidak ada sanggahan. Selanjutnya nanti akan proses berkontrak dengan pihak Dinas Pariwisata,” kata Kepala bagian (kabag) Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Pemkab Ponorogo, Budi Darmawan, Senin (12/12/2022).
Budi menceritakan bahwa sebelumnya ada peserta yang lolos prakualifikasi. Namun, hanya ada 2 perusahaan yang memasukkan penawaran. Yakni PT Widya Satria dan PT Sinar Cerah Sempurna. Namun, pada akhirnya PT Widya Satria-lah yang sudah memenuhi persyaratannya semua. Mulai dari kualifikasi, administrasi, teknis dan syarat lainnya. Sementara PT Sinar Cerah Sempurna gugur di persyaratan teknis.
“Nilai teknisnya, ada unsur yang tidak memenuhi ambang batas. Jadi penawarannya gugur di evaluasi teknis,” ungkap Budi Darmawan.
Untuk diketahui sebelumnya, Pemkab Ponorogo mulai melakukan realisasi rencananya yang akan membangun monumen dan museum reog. Pembangunan monumen yang lokasinya berada di Gunung Gamping di Kecamatan Sampung itu, sudah naik lelang. Ya, proyek dengan anggaran mencapai puluhan miliar rupiah itu, sudah masuk dalam laman Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) milik Pemkab Ponorogo.
“Pekerjaan pembangunan monumen dan museum reog Ponorogo sudah kita umumkan sejak tanggal 25 Oktober lewat laman LPSE,” kata Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Pemkab Ponorogo, Budi Darmawan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Pagu anggaran yang disiapkan oleh Pemkab Ponorogo untuk pembangunan museum yang rencananya tingginya mencapai 126 meter tersebut, sebanyak Rp 84 miliar. Namun, untuk harga perkiraan sendiri senilai Rp 76 miliar.
Pemenang lelang pembangunan monumen Reog diperkirakan melakukan perjanjian kontrak pada pertengahan hingga akhir bulan Desember 2022. Dia berharap pemenang atau kontraktor bisa segera melengkapi syarat-syarat untuk berkontrak. Anggaran pembangunan monumen Reog ini rencananya multiyears hingga tahun 2024.
“Bulan Desember nanti mungkin mobilisasi alat dan personel. Pembangunan fisiknya mulai tahun 2023 hingga bulan terakhir di tahum 2024,” katanya. [end/but]






