Gresik (beritajatim.com) – Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Gresik terus gencar melakukan pencegahan stunting. Salah satu upayanya adalah memberikan makanan tambahan bagi bagi balita. Meski prosentase angka stunting bisa diturunkan dari semula 24% menjadi 10%, pemberian makanan tambahan bakal terus digencarkan.
“Ada empat hal penting yang harus dilakukan oleh PKK di Kabupaten. Selain pemberian makanan tambahan bagi stunting. Juga menghidupkan kembali posyandu, menjaga stabilitas inflasi serta digitalisasi dan informasi terkait PKK,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani, Rabu (8/5/2024).
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, PKK punya perananan khusus dalam menurunkan stunting. Kalau sudah turun sebagai bukti memiliki semangat yang luar biasa. “Dinas Kesehatan dan PKK sudah melakukan MoU bagaimana mengelola data dan lokus balita stunting yang di-breakdown hingga ke tingkat desa,” ungkapnya.
Guna mendukung pemberian makanan tambahan lanjut Fandi Akhmad Yani, dirinya juga menginstruksikan camat berkolaborasi dengan kepala desa untuk mewujudkan hal tersebut. “Semua itu menjadi formula yang jitu dalam upaya penurunan angka stunting agar bisa memberikan dampak yang lebih besar lagi,” paparnya.
Kedepan kata dia, peran PKK tidak hanya berkaitan dengan anak-anak. Tapi, juga diharapkan memberikan peran dalam menjaga kestabilan inflasi daerah. Upaya tersebut sudah dilakukan PKK salah satunya lewat program penanaman tanaman cabai.
“Ini sederhana namun kita harapkan bisa dilakukan dengan lebih masif dan reguler. Tidak hanya cabai, bisa juga secara bergiliran dicanangkan penanaman komoditas lain seperti tanaman tomat,” katanya.
Terkait digitalisasi data, sudah menjadi keharusan ditengah perkembangan teknologi informasi. Semua harus bergerak menuju transformasi digital. “Saya berharap seluruh kegiatan di tingkat kecamatan masing-masing terdokumentasi secara digital. Ini karena PKK merupakan organisasi sudah terstruktur dengan baik karena lengkap dari pusat hingga di tingkat desa,” tandasnya. [dny/kun]






