Gresik (beritajatim.com) – Anggota holding Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik (PG) punya cara tersendiri menghadapi tantangan di tahun 2025. Perusahaan BUMN yang beroperasi di Gresik itu, terus melakukan diversifikasi dengan mengembangkan produk pupuk, dan non pupuk serta memperkuat customer centricity (sentrisitas pelanggan).
Selain strategi diatas, PG juga mengamankan pasokan gas sebesar 15 BBTUD melalui Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Kangean Energy Indonesia. Pasokan ini memberikan jaminan suplai energi yang memastikan operasional produksi berjalan optimal.
Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo mengatakan, guna mendukung kinerja positif di tahun 2025. Pihaknya juga mendirikan Gudang Urea Curah berkapasitas 20.000 ton sebagai buffer stock untuk meminimalkan keterlambatan pengiriman dan biaya demurrage. “Semua strategi itu kami andalkan supaya capaian produksi lebih meningkat lagi,” katanya, Kamis (16/1/2025).
Tahun lalu, PG mampu merealisasikan volume produksi 7,33 juta ton. Kinerja ini lebih tinggi dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 113 persen. “Realisasi produksi tersebut terdiri dari komoditas pupuk sebanyak 4,48 juta ton dan nonpupuk 2,86 juta ton,” ungkap Dwi Satryo.
Capaian semua itu lanjut dia, bukan hanya angka, tetapi bukti bahwa strategi perusahaan yang mengutamakan optimalisasi proses, inovasi teknologi, dan keberlanjutan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Sebelumnya, untuk mencukupi kebutuhan petani. PG telah menyiapkan stok 372.668 ribu ton pupuk bersubsidi di Januari 2025. Rinciaannya Pupuk Urea bersubsidi sebanyak 59.593 ton. Pupuk NPK subsidi stok yang tersedia 297.332 ton. Pupuk organik bersubsidi sebanyak 15.743 ton. [dny/kun]






