Gresik (beritajatim.com)- Petani di tanah air tak perlu kuatir tidak kebagian pupuk bersubsidi di awal bulan Januari 2025. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, anggota holding Pupuk Indonesia yaitu Petrokimia Gresik (PG) menyiapkan stok 372.668 ribu ton pupuk bersubsidi yang siap ditebus petani.
Persediaan pupuk tersebut berdasarkan rapat kordinator terbatas (Rakortas) di Bandung. Kementrian Pertanian (Kementan) melalui Pupuk Indonesia termasuk PG diminta menyalurkan pupuk bersubsidi mulai awal tahun sebesar 14,7 juta ton. Jumlah itu, bisa ditebus petani asal sudah terdaftar di e-RDKK (Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).
“Pupuk bersubsidi sudah disalurkan mulai awal tahun ini dan ada di kios atau pengecer resmi,” ujar Dirut PG Dwi Satryo Annurogo, Rabu (8/1/2025).
Stok pupuk diatas itu lanjut dia, rinciannya Pupuk Urea bersubsidi sebanyak 59.593 ton. Jumlah ini setara 183 persen atau di atas ketentuan minimum yang ditetapkan oleh Pemerintah sebesar 32.483 ton.
Berikutnya Pupuk NPK subsidi stok yang tersedia 297.332 ton atau 183 persen dari stok yang dipersyaratkan pemerintah sebesar 162.569 ton. Sedangkan stok pupuk organik bersubsidi sebanyak 15.743 ton atau 118 persen dari stok minimal sebesar 13.375 ton.
“Semua stok pupuk bersubsidi tersebut tersedia di gudang-gudang lini III atau tingkat kabupaten/kota seluruh Indonesia. Stok itu juga aman untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani selama tiga pekan mendatang,” ungkapnya.
Keberadaan pupuk semua itu sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan swasembada pangan nasional yang diinstruksikan pemerintah. Sehingga, petani bisa menebus pupuk bersubsidi tepat waktu. “Sebagai produsen, kami telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi. Stok tersebut siap ditebus oleh petani terdaftar dengan membawa identitas diri, atau KTP asal memenuhi persyaratan,” tutur Dwi Satryo. [kun]






