Bondowoso (beritajatim.com) – Benny Rianto alias Bian, vokalis d’Bagindas menangis di atas panggung saat tampil di Ijen Caldera Bondowoso 2024.
Band d’Bagindas tampil di lapangan Arabica Homestay, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (5/10/2024) malam.
Bian, sang vokalis sempat menangis di atas panggung. Ia ditenangkan oleh sang gitaris, Tile.
“Kalian tahu enggak kenapa saya menangis?,” tanya Bian kepada penonton sembari menahan isak tangis.
“Berkat Ijen Caldera Bondowoso 2024 ini, saya bisa bertemu lagi dengan abang-abang saya. Sejak kami berpisah 10 tahun lalu,” sambung Bian.
Untuk diketahui, grup band d’Bagindas terbentuk pada tahun 2009 dan langsung nge-hits dengan sejumlah lagunya.
Lagu seperti C.I.N.T.A, Empat Mata, Suka Sama Kamu, Apa Yang Terjadi, Ay, Kangen dan Tak Seindah Malam Kemarin, menjadi andalan d’Bagindas saat manggung.
Namun sayang, d’Bagindas sempat vakum sejak tahun 2014 atau 10 tahun lalu. Kemudian, Ijen Caldera Bondowoso 2024 mempersatukan mereka kembali.
“Saya kalau gak ada abang-abang saya ini, mungkin saya sekarang masih jadi pengamen, teman-teman. Terima kasih Ijen Caldera Bondowoso, sudah mempertemukan kami lagi,” ucap pria asal Malang ini.
Tile, sang gitaris menambahi, bahwa dengan kembali manggungnya d’Bagindas, diharapkan bisa menjadi pelecut karir seluruh personel.
“Kami ingin memulai lagi sesuatu yang belum usai,” terang Tile yang tampil dengan gaya rambut mohawk malam itu.
Ia menambahkan, Ijen Caldera Bondowoso adalah salah satu pengingat dan sejarah come back d’Bagindas usai ‘tertidur’ satu dekade.
“Pastinya kami akan selalu mengenang tentang Bondowoso. Ijen Caldera, Black Lava Plalangan, Air Panas Blawan, Ijen Geopark dan kopi Arabica nya,” beber pria asal Bandung ini. [awi/aje]






