Bondowoso (beritajatim.com) – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen merupakan proyek green energy di Indonesia. PLTP ini akan memasok aliran listrik se-Jawa dan Bali.
Bahan baku PLTP Ijen merupakan air bawah tanah yang berada di atas magma gunung berapi Ijen.
Lantas mengapa PLTP Ijen tidak menjadikan air di Sungai Kalipait sebagai bahan baku?
“Pertanyaan ini muncul dari beberapa kalangan masyarakat,” kata Senior Manager External Relation PT Medco Cahaya Geothermal, Ibnu Nurzaman.
Menurutnya, air yang berada di Sungai Kalipait dan bersumber dari Danau Kawah Ijen tidak cocok dijadikan bahan baku.
“Tingkat keasaman di danau kawah ijen itu tinggi dan tidak cocok dijadikan bahan baku untuk memutar turbin,” ungkapnya kepada BeritaJatim.com, Senin (16/09/2024).
Air di danau kawah ijen memiliki keasaman tinggi dengan tingkat PH bisa sampai 0.
“Asam yang tinggi jika mengalir ke peralatan maka akan membuatnya keropos. Oleh sebab itu kita pakai air yang jauh di dalam tanah karena tingkat asamnya rendah,” ulasnya.
Untuk diketahui, PLTP Ijen menargetkan akan beroperasi komersil pada Desember 2024 ini. PT Medco Cahaya Geothermal tengah membangun transmisi 150 KV yang terbentang dari pembangkit menuju gardu induk PLN di Banyuwangi.
“Untuk tahap pertama, PLTP Ijen akan mengalirkan daya listrik sebesar 34 Mega Watt,” paparnya. (awi/ian)






