Sidoarjo (beritajatim.com) – Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi jujugan mahasiswa yang akan melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Kali ini ada sebanyak 277 mahasiswa Universitas Sunan Giri (Unsuri) Surabaya yang akan mengimplementasikan ilmunya ditengah-tengah masyarakat Sidoarjo. Mereka akan melakukan kegiatan di Kecamatan Sukodono.
Ratusan peserta KKN itu dilepas Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) di Kantor Kecamatan Sukodono Selasa (1/8/2023). Dengan penuh semangat, bupati melepas peserta kegiatan KKN selama sebulan bertajuk “Bersama Masyarakat Membangun Jiwa Entrepreneurship” itu menuju lokasi.
Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor berharap kegiatan KKN seperti ini akan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Kecamatan Sukodono. Ia berpesan kepada peserta KKN untuk membantu mendorong jiwa entrepreneurship warga Sukodono.
Selain itu Gus Muhdlor juga meminta kepada mahasiswa Unsuri Surabaya untuk dapat penerapan ilmu pengetahuan yang lebih baik di tengah-tengah masyarakat. “Semoga kegiatan ini menjadi salah satu langkah positif dalam memajukan daerah dan memberikan dampak positif bagi seluruh peserta maupun masyarakat yang terlibat,” ucapnya usai melepas rombongan KKN.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Muhdlor juga mengingatkan peserta KKN untuk tetap menghargai local wisdom dan memprioritaskan akhlak serta unggah ungguh dalam segala kegiatan mereka. “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Jangan lakukan hal kontradiktif dengan local wisdom, utamakan akhlak, juga unggah-ungguh,” imbuh alumnus Fisip Unair Surabaya itu.
Gus Muhdlor juga menekankan pentingnya mengaplikasikan ilmu pengetahuan di masyarakat selama KKN. Menurutnya, KKN merupakan kesempatan terbaik bagi mahasiswa untuk berkontribusi dan berbagi keahlian kepada masyarakat. “Saya harap KKN ini sebagai tempat pengabdian, jangan jadi orang berpendidikan tapi tanpa keahlian,” tambah Gus Muhdlor.
Tak hanya itu, Gus Muhdlor juga berpendapat bahwa mahasiswa harus aktif memperbanyak jaringan sosial. “Tidak ada ruginya menjadi baik dengan sesama. Jadi pintar saja tidak cukup, punya keahlian saja tidak cukup, harus rajin menambah network,” pesannya. (isa/kun)
BACA JUGA:
Volume Sampah di TPA Jabon Sidoarjo Turun 60 Ton per Hari






