Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meminta karang taruna (Kartar) se-Kabupaten Mojokerto agar lebih aktif dan produktif dalam mengembangkan lembaganya. Hal tersebut disampaikan Bupati Ikfina ketika membuka acara Temu Karya Daerah Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) ‘Surya Majapahit’ Kabupaten Mojokerto.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini menyampaikan alasan utama meminta para anggota kartar untuk meningkatkan keaktifan dalam mengembangkan lembaganya. Karena keaktifan kartar di Kabupaten Mojokerto, tercatat baru mencapai angka sekitar 25 persen. Angka tersebut dari hasil program Ngobrol Pemuda Inspiratif (Ngopi) di 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto.
“Keaktifan (kartar) baru 25 persen atau sekitar 80 lembaga yang merespon, dari total 299 desa serta 5 kelurahan se-Kabupaten Mojokerto. Artinya yang lain belum menyampaikan aspirasi. Kita menafsirkan itu mungkin karena belum ada yang ingin disampaikan, atau bahkan kartarnya belum jalan dan tidak berkegiatan. Ini akan jadi PR bagi kita semua,” ungkapnya, Rabu (21/8/2024).
Sehingga untuk bisa membawa kartar dapat berkembang lebih baik lagi, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini mengimbau, pemerintah di tingkat kecamatan untuk aktif memfasilitasi kartar wilayah masing-masing. Hal tersebut bertujuan agar kartar lebih produktif sebagai lembaga aktif yang berjalan di sisi pemerintah daerah.
“Kecamatan harus turun bagaimana meningkatkan kapasitas karang tarunanya masing-masing. Jadi, yang harus dipikirkan dulu adalah kelembagaannya. Karang taruna ini adalah sebuah ikatan. Jadi kita harus solid, saling peduli dan produktif. Saya senang ada karang taruna yang minta difasilitasi pelatihan-pelatihan bersertifikat, yang bisa dipakai kerja. Maka dari itu, jejaringnya harus kita kuati,” katanya.
Bupati mengapresiasi kartar yang sudah aktif menyampaikan aspirasinya. Salah satunya meminta fasilitasi pelatihan-pelatihan bersertifikat yang dapat mendukung dalam mencari pekerjaan. Menurutnya, dari hasil pertemuan dengan kartar se-Kabupaten Mojokerto, ia punya data sehingga bisa dipakai untuk mengambil kebijakan pemberdayaan kartar secara serius.
Sementara itu, Ketua FPKT Provinsi Jawa Timur, Agus Maimun sangat mengapresiasi kepada Bupati yang sudah aktif menampung seluruh aspirasi lembaga karang taruna se-Kabupaten Mojokerto. Ia juga menilai, Bupati sebagai pembina umum kartar telah menunjukkan usahanya dalam mengatasi problem sosial kelembagaan lewat wadah tersebut.
“Secara genetik, posisi karang taruna berada di samping pemerintahan. Ibu Bupati Ikfina sebagai pembina umum karang taruna, terus mengajak memerangi problem sosial kepemudaan. Lewat forum, mari kita jadikan karang taruna sebagai wadah konsolidasi agar kita solid mewujudkan kesetiakawanan sosial,” pungkasnya.
Temu Karya Daerah FPKT di Wisata Bumi Mulyo Jati, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu tersebut digelar dalam rangka penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) FPKT Surya Majapahit Periode 2019-2024, sekaligus pemilihan ketua dan pengurus periode selanjutnya. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto, Ketua Karang Taruna Kabupaten Mojokerto, Agus Supriyanto, dan camat se-Kabupaten Mojokerto. [tin/ian]






