Jember (beritajatim.com) – Holila (36), warga Dusun Krajan, Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur, bikin heboh publik, karena melahirkan di tepi jalan desa, Rabu (20/12/2023) dini hari. Bayi perempuan itu lahir dalam perjalanan menuju puskesmas di Desa Kaliglagah.
“Darurat, Pak. Kami tidak sampai ke puskesmas,” kata Nurul Yakin (42), suami Holila, saat dikunjungi Kepala Dinas Sosial Jember Akhmad Helmi Luqman, Rabu sore.
Selasa malam itu, Holila merasa ada tanda-tanda akan melahirkan. Ia kemudian meminta Nurul Yakin mengantarkannya ke puskesmas di Desa Kaliglagah. Sang suami langsung mengeluarkan sepeda motor dan mengantarnya.
Sebenarnya ada ambulans desa yang bisa mengantarkan Holila. Ada pula tetangga yang memiliki mobil yang bisa dimintai bantuan. “Namun sudah bingung,” kata Nurul Yakin.
Holila juga malu untuk minta tolong. “Saya malu anak saya banyak,” katanya. Sebelumnya, ia sudah memiliki lima orang anak. Usia anak terkecil baru sepuluh bulan.
Rasa malu juga yang membuat Holila tidak pernah memeriksakan diri ke posyandu maupun puskesmas selama masa kehamilan. Tidak ada petugas kesehatan yang tahu, jika dia sedang hamil tua. “Anak saya sudah banyak,” katanya.
Ternyata di tengah perjalanan, Holila melahirkan. Ia sempat dibawa oleh warga Desa Kaliglagah ke seorang bidan swasta. Sang bidan menolak menangani lebih lanjut. “Mungkin karena bukan wilayah tugasnya,” kata Helmi kepada Holila.
Kisah Holila ini viral di media sosial pada pagi harinya. Dia sebenarnya tidak ingin viral di media sosial. Ia sudah meminta agar tidak ada yang memfotonya. “Saya tidak mau viral. Yang penting saya dan anak saya selamat. Tidak usah difoto-foto, Pak,” katanya kepada orang yang memfotonya.
Informasi soal Holila diterima Pemerintah Desa Jambesari malam itu juga. Bidan desa bernama Ira diminta datang untuk membantu. Pemerintah Kecamatan Sumberbaru juga meminta puskesmas untuk membantu penanganan dan perawatan bayi tersebut. Saat ini bayi itu dalam kondisi sehat. “Beratnya 3,5 kilogram,” kata Holila.
Helmi meminta kepada Nurul Yakin dan Holila agar tidak malu meminta bantuan warga sekitar. “Semoga anak yang keenam ini menjadi anak solehah, menaikkan derajat orang tua dan menjadi perantara sumber rezeki,” katanya.
Helmi menyerahkan antuan berupa sembako, susu, dan pakaian bayi. Keluarga Nurul Yakin terdaftar sebagai peserta Program Keluarga Harapan. “Kalau ada pelayanan Pemkab Jember yang kurang, saya meminta maaf. Kalau ada apa-apa, bisa langsung menghubungi Pak Kades. Tolong bayi ini diperhatikan, jangan sampai kekurangan gizi,” katanya. [wir]






