Pasuruan (beritajatim.com) – Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Arh Noor Iskak menjelaskan dalam kejadian terbakarnya truk NPS milik TNI terdapat satu truk yang memuat amunisi. Iskak menjelaskan ada beberapa amunisi yang diangkut menggunakan truk NPS.
Di antaranya yakni granat tangan, granat lontar, dan senjata MK 56. Namun untuk lebih jelasnya Iskak masih belum membeberkan berapa jumlah amunisi tersebut.
“Saat saya lihat di lokasi kejadian memang ada ransel milik personil. Ada juga beberapa amunisi yang dibawa dari Papua di antaranya granat tangan, granat lontar, dan senjata MK 56,” ungkap Iskak.
Iskak sendiri juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan penyisiran terhadap amunisi yang tercecer. Sampai hari ini pihaknya melakukan menyisiran yang dibantu oleh tim jibom dari Polda Jatim.
Penyisiran tersebut dilakukan pada radius satu kilometer dari lokasi kejadian. “Kami targetkan hari ini selesai, namun kita juga mempunyai batasan sampai tiga hari ke depan untuk melakukan penyisiran terhadap serpihan amunisi yang meledak,” tambahnya.
Diketahui terdapat dua orang warga sipil dan satu kendaraan yang terkena dampak serpihan amunisi. Dua warga sipil tersebut saat ini sudah di bawa ke Puskesmas Gempol untuk dilakukan pengobatan.
Iskak mengatakan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab kepada warga yang terkena dampak serpihan amunisi yang meledak. Tak hanya itu dirinya juga mengatakan bahwa bagi masyarakat yang menemukan serpihan arau membawa amunisi segera melapor.
“Jadi jika ada warga yang menemukan serpihan amunisi, bahkan menemukan amunisinya segera melapor. Karena ini nerupakan barang yang berbahaya dan bisa meledak sewaktu-waktu,” jelasnya.
Sebelumnya telah diberitakan bahwa kendaraan truk milik TNI telah terbakar di Tol Pandaan – Gempol tepatnya di Kilometer 274. Kebakaran berhasil diatasi dan saat ini kondisi di Tol Pandaan – Gempol sudah berjalan normal sejak pukul 08.00 WIB. [ada/beq]






