Magetan (beritajatim.com) – Truk yang belakangan diduga melangsir dan menimbun Solar di Magetan memiliki beberapa cara agar tak ketahuan. Truk yang jumlahnya lebih dari lima unit itu kerap bergiliran untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di sembilan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Magetan.
Tak hanya itu, semua armada truk memiliki plat nomor yang bukan termasuk wilayah eks-karesidenan Madiun. Truk-truk itu memiliki plat nomor luar daerah. Modus armada yang bergiliran untuk melangsir Solar di beberapa SPBU itu juga untuk mengelabui masyarakat agar tak dihafali.
Sumber beritajatim.com menerangkan, dalam sehari, komplotan truk yang diduga langsir dan timbun Solar itu bisa menghasilkan 11.000 liter. Jadi, masing-masing jerigen jumbo atau kempudan memiliki kapasitas maksimal 1.000 liter. Jerigen itu diisi dengan Solar yang sudah masuk dalam tangki truk. Kemudian, dipompa masuk ke jerigen.
Masing-masing truk, terdapat empat jerigen jumbo. Jadi, sekali jalan bisa sampai 4.000 liter. Itu baru satu truk. Belum armada lain yang ikut jalan pada hari yang sama.
BACA JUGA:
Truk di Magetan Diduga Langsir dan Timbun Solar Bikin Resah
Pengisian 4 jerigen jumbo yang ditutup terpal dan papan tambahan diatas tutup belakang bak itu tak langsung sekali isi. Setelah mengisi sekali, truk akan keluar dulu dari area SPBU. Jika sudah tak terlihat antri, maka truk tersebut kembali masuk untuk mengisi BBM.
Ada salah seorang warga yang melihat, saat pasokan Solar datang, truk itu sudah antre hingga dapat bagian. Jika solar kosong, maka truk itu juga tak terlihat antre. Aksi itu dilihat warga saat truk diduga melangsir Solar di SPBU Srogo Panekan, Magetan.
Masyarakat berharap praktik ini segera dibongkar oleh aparat penegak hukum (APH). Lantaran, masyarakat hanya boleh membeli Solar maksimal Rp300 ribu atau setara dengan Rp44 liter saja. Itu saja sudah dimintai beberapa syarat dari SPBU.
BACA JUGA:
Truk di Magetan Diduga Langsir dan Timbun Solar
“Kami mengharap pelakunya segera ditangkap. Kami resah jika ada praktik seperti ini merajalela di Magetan. Yang butuh solar ini masyarakat kecil, jika dilangsir oleh orang-orang seperti ini, kami resah!” kata R, warga Kecamatan Panekan yang sempat melihat truk yang melangsir Solar di SPBU Srogo Panekan.
Diberitakan sebelumnya, sebuah truk diduga melangsir Solar subsidi puluhan liter dan kerap mengisi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Magetan. Informasi dari sumber beritajatim.com, truk itu memiliki ciri bak yang ditutup sampai mentok atas.
Di dalam bak truk, ada beberapa jerigen jumbo untuk menampung solar yang dipompa dari tangki truk. Ada sebuah alat pompa yang digunakan untuk memindahkan solar yang masuk dalam tangki ke tandon jerigen jumbo tersebut. Tak hanya satu jerigen jumbo, satu bak truk bisa memuat dua jerigen jumbo sekaligus. Jerigen jumbo itu tak terlihat karena ditutup terpal. Bak truk bagian belakang juga ditutup mentok sampai garis batas bak samping kanan kiri.
BACA JUGA:
Pria di Ponorogo Timbun 1.500 Liter BBM Subsidi
Truk itu diduga melangsir BBM solar di sembilan SPBU di Magetan, diantaranya SPBU Maospati depan Taman Ria Lanud Iswahjudi, SPBU Belotan Bendo, SPBU Maospati dekat Terminal Maospati, SPBU Patihan Karangrejo, SPBU Bulu Sukomoro, SPBU Baron dekat Secata, SPBU Kota Magetan, SPBU Srogo Panekan, dan SPBU Plaosan.
Beberapa video yang didapat oleh beritajatim.com, menunjukkan bak truk yangs udah dimodifikasi. Ada sekitar dua jerigen jumbo di bak truk yang tertutup terpal.
Pantauan sumber beritajatim.com, truk tersebut kerap mengisi BBM di sembilan SPBU tersebut. Tak hanya satu, tapi ada lima unit truk. Empat truk biasa yang sudah dimodifikasi baknya, dan satu unit truk box. Salah satunya memiliki plat nomor BE 8398 Q.

Waktu mereka mengisi Solar juga tak pasti, kadang pagi, siang, hingga sore hari. Kemudian, jerigen yang sudah terisi penuh dengan Solar dibawa ke suatu tempat penampungan di kawasan Kecamatan Maospati, tepatnya di Jalan Raya Iswahyudi atau Jalan Raya Magetan-Madiun, Desa Suratmajan, Maospati, Magetan. Total ratusan liter solar yang sudah ditimbun itu diduga disetorkan ke wilayah Surabaya, Jawa Timur.
Menanggapi informasi tersebut, Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan mengaku bakal melidik laporan dugaan penimbunan BBM jenis solar tersebut. “Kami akan buktikan laporan ini, jika terbukti akan kami cari pidananya di mana. Yang jelas akan kami lidik,” kata Ridwan. [fiq/suf]






